Airlangga Minta Anies Gencarkan Vaksinasi Dosis Kedua di DKI

Tiara Aliya Azahra - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 13:27 WIB
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggencarkan vaksinasi dosis kedua di Ibu Kota meskipun DKI menjadi salah satu wilayah yang capaian vaksinasi COVID-19 tertinggi.

"Kita berterima kasih DKI salah satu yang tertinggi untuk vaksin pertama, namun PR belum selesai Pak Gubernur, yang dikejar itu bukan hanya vaksin pertama, tetapi vaksin kedua, jadi vaksin kedua menjadi PR bersama dengan Bali dan Kepri," kata Airlangga saat membuka pencanangan kegiatan vaksinasi ibu hamil di Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/8/2021).

Airlangga menilai tantangan terbesar dalam menurunkan level pemberlakuan PPKM berada di kawasan aglomerasi Jabodetabek. Menurutnya, kebijakan penanganan Corona di Jakarta harus berkesinambungan dengan kawasan aglomerasi.

"Apa yang terjadi di DKI harus diikuti secara par level dengan level yang sama dengan Bodetabek. ini seperti Gegana berhubungan, ini seperti balon ditekan di satu tempat tempat lain akan naik, seperti pingpong juga," jelasnya.

Ketua Umum Golkar itu mengatakan penyebaran virus Corona kerap berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Untuk itu, status perpanjangan PPKM di Jakarta harus disamakan dengan wilayah Bodebek.

"Jadi aglomerasi harus dikunci. Dan ini yang sedang didorong di wilayah Jawa Dan di luar Jawa," ujarnya.

Merujuk pada data Pemprov DKI, pencapaian program vaksinasi Corona di Jakarta saat ini sebanyak 9,1 juta dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua sebanyak 4,4 juta.

Sementara itu, untuk vaksinasi COVID-19 tingkat nasional sudah mencapai 26 persen. Selain DKI Jakarta, wilayah lainnya yang capaian vaksinasinya cukup tinggi, yaitu Bali dan Kepulauan Riau.

"Secara nasional vaksin itu jumlahnya 26 persen, yang sudah di atas 100 persen vaksin pertama DKI Jakarta dan beberapa daerah lain Bali dan Kepri sudah di atas 70 persen," sebutnya.

"Sementara untuk di luar targetnya menyamakan dengan nasional. Karena rata-rata masih 15-20 persen," lanjut Airlangga.

(lir/lir)