HUT RI ke-76, Mojokerto Raih Kota Sertifikat Koperasi Terbaik se-Jatim

Khoirul Anam - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 20:54 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Kota Mojokerto mendapatkan penghargaan Kota Terbaik Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) se-Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat upacara penurunan bendera HUT Kemerdekaan RI di Gedung Grahadi Surabaya. Walikota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, ada lima daerah di Jatim yang mendapat penghargaan serupa.

"Selain Kota Mojokerto, daerah yang juga mendapatkan penghargaan pencapaian NIK terbaik adalah Kabupaten Lumajang, Kabupaten Sampang, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Malang," terang perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan, sejak menjabat sebagai Wali Kota Mojokerto, sertifikasi NIK menjadi salah satu prioritas program kerjanya. Koperasi yang aktif dalam menjalankan fungsinya dengan baik mendapatkan sertifikat dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Adapun syarat untuk mendapatkan kepemilikan sertifikat NIK diperoleh setelah koperasi melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) secara tertib, minimal satu kali setahun.

"Jika tidak memenuhi syarat atau abai menjalankan RAT, maka koperasi tersebut masuk kategori bermasalah," tegasnya.

Menurut Ning Ita, NIK juga dijadikan sebagai indikator koperasi aktif yang ada di lapangan. Sebab, kata dia, legalitas itu merupakan alat konfirmasi status koperasi dalam rangka sinkronisasi data koperasi dari database sehingga jumlah koperasi yang aktif bisa teridentifikasi.

"Koperasi yang sudah mengantongi NIK akan mudah berkembang pesat jarena NIK sebagai legalitas badan hukum dapat digunakan untuk kerja sama dengan berbagai pihak,"' paparnya.

Ning Ita mengapresiasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan; Dekopinda; serta gerakan koperasi yang mendukung keberhasilan program sertifikat NIK maupun Quick Response (QR) kode. Dengan melakukan inovasi, kata dia, maka koperasi akan mudah berkembang dan mampu mensejahterakan anggotanya.

Saat ini, di Kota Mojokerto tercatat ada 186 koperasi, terdiri dari 158 koperasi simpan pinjam (KSP) dan 28 koperasi serba usaha (KSU). Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 koperasi berstatus dalam pengawasan khusus, 32 koperasi dalam pengawasan, 12 koperasi sehat, dan 75 koperasi cukup sehat.

"Tahun ini kita akan mengentas 80 lembaga keuangan mikro (LKM) untuk naik status menjadi koperasi. Harapannya keberadaan mereka ini dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kota Mojokerto," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pemprov Jatim Mas Purnomo Hadi juga memberikan ucapan selamat kepada Ning Ita atas pencapaian tersebut.

"Dengan diraihnya prestasi tersebut akan memberi semangat bagi pelaku koperasi lainnya di Jatim untuk segera mengurus NIK serta melakukan perpanjangan jika masa berlakunya habis," kata dia.

(ega/ega)