Kejagung Segera Tentukan Sikap Usai Dakwaan 13 MI Jiwasraya Dibatalkan

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 15:50 WIB
Jakarta -

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menerima eksepsi salah satu terdakwa 13 manajemen investasi di kasus Jiwasraya akibat adanya penggabungan berkas perkara. Menanggapi putusan tersebut jaksa penuntut umum akan menunggu salinan putusan sela apakah akan mengajukan keberatan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta atau menyusun dakwaan secara terpisah bagi 13 korporasi tersebut.

"Saat ini tentu kami masih menunggu putusan lengkap. Itu yang perlu saya tekankan untuk mengambil sikap selanjutnya," kata Kajari Jakpus Bima Suprayoga dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/8/2021).

Jaksa penuntut umum akan mempelajari putusan sela terkait kasus tersebut. Barulah setelah dalam kurun 7 hari akan menentukan sikap apakah akan memperbaiki surat dakwaan dan mengajukannya kembali atau mengajukan upaya hukum perlawanan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Jadi untuk konpers hari ini dapat kami sampaikan, kami simpulkan bahwa penuntut umum akan menentukan sikap apakah memperbaiki surat dakwaan kemudian surat dakwaan itu dilimpahkan kembali, atau melakukan upaya hukum dengan mengajukan keberatan," katanya.

Ia mengatakan putusan sela majelis hakim tidak berkaitan dengan materi pokok perkara melainkan aspek teknis pemberkasan. Ia menegaskan dakwaan JPU telah disusun secara cermat dan jelas.

"Putusan sela Pengadilan Tipikor tersebut dalam pertimbangannya tidak terkait dengan materi surat dakwaan, tapi mengenai penggabungan perkara 13 berkas perkara tersebut menjadi satu dakwaan. Jadi tidak terkait materi surat dakwaan. Dalam putusan sela, materi surat dakwaan tidak menjadi permasalahan. Dakwaan sudah cermat, jelas, dan lengkap. Di situ hanya mempersalahkan mengenai penggabungan perkara 13 berkas perkara tersebut," katanya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta membatalkan dakwaan jaksa pada Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait 13 korporasi yang didakwa melakukan korupsi bersama Benny Tjokrosaputro dkk. Hakim mengabulkan eksepsi 13 korporasi itu.

"Mengadili, menerima keberatan atau eksepsi tentang penggabungan berkas perkara yang diajukan oleh penasihat hukum terdakwa 1, 6, 7, 9, 10, dan 12. Menyatakan surat dakwaan batal demi hukum," ujar hakim ketua IG Eko Purwanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (16/8/2021).

"Memerintahkan perkara a quo tidak diperiksa lebih lanjut," lanjutnya.

Adapun ke-13 korporasi yang menjadi terdakwa adalah:

1. PT Dhanawibawa Manajemen Investasi (saat ini menjadi PT PAN Arcadia Capital)
2. PT OSO Management Investasi
3. PT Pinnacle Persada Investama
4. PT Millenium Capital Management (MCM)
5. PT Prospera Asset Management
6. PT MNC Asset Management (MAM)
7. PT Maybank Asset Management
8. PT GAP CAPITAL
9. PT Jasa Capital Asset Management
10. PT Pool Advista Aset Manajemen
11. PT Corfina Capital
12. PT Treasure Fund Investama
13. PT Sinarmas Aset Management

(yld/dhn)