Polisi Luruskan Narasi Pengibaran Bendera Merah Putih di PIK Dilarang

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 15:36 WIB
Jakarta -

Peristiwa penghadangan pengibaran bendera Merah Putih di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, tengah disorot. Sejumlah video yang beredar menarasikan polisi melarang pengibaran bendera Merah Putih di PIK.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan video-video yang beredar itu tidak benar. Dia menegaskan pihaknya tidak pernah melarang warga melakukan pengibaran bendera Merah Putih.

"Kita luruskan bahwa itu tidak benar," kata Guruh saat dihubungi, Rabu (18/8/2021).

Guruh menyebut bukan pengibaran bendera Merah Putih yang pihaknya larang, melainkan kegiatan yang berpotensi menghadirkan kerumunan. Dia menilai kegiatan pengibaran bendera Merah Putih di PIK itu dianggap akan memancing warga datang dan berkerumun di lokasi.

"Yang kita larang itu adalah berkerumun dan kita tidak ingin terjadi klaster baru, intinya seperti itu, bukan kita melarang mereka mengibarkan bendera, salah itu," ucapnya.

"Kalau mereka mengibarkan bendera di situ kan pasti terjadi kerumunan. Nah ini yang kita tidak inginkan karena saat ini Jakarta penularan (COVID-19) kan sudah turun. Jangan sampai nanti ada kumpul di situ akhirnya naik lagi (kasus positif COVID) repot lagi nanti kita antisipasi," tambahnya.

Terkait penindakan kepada pembuat video yang menarasikan polisi melarang pengibaran bendera Merah Putih di PIK, Guruh tidak berkomentar. Dia hanya kembali menegaskan video itu tidak benar.

"Yang penting kita luruskan dulu bahwa berita itu tidak benar," katanya.

Sebelumnya, sebuah video memuat adanya aksi penghadangan pengibaran bendera Merah Putih di daerah PIK, Jakarta Utara. Dari video yang beredar terlihat petugas kepolisian dan TNI berjaga memblokade area jembatan PIK.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (17/8), sekitar pukul 09.00 WIB dan disebut akan dilakukan oleh organisasi Laskar Merah Putih (LMP). Terlihat aparat polisi dan TNI berjaga di jembatan PIK menghadang massa. Perekam video viral itu menyayangkan aksi penghadangan yang dilakukan aparat.

"Nangis di hari kemerdekaan kita dihadapkan dengan situasi seperti ini. Negeri ini mau jadi apa. Ini kami berada di PIK. Tapi malah seperti ini, gimana hari kemerdekaan ini tidak boleh digelar Merah Putih. Aneh, kami hanya sekadar ingin foto aja," kata perekam video dilihat detikcom, Rabu (18/8).

(ygs/fas)