Tim SAR Terima Laporan 1 Tenda Pendaki Gunung Bawakaraeng Alami Hipotermia

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 12:47 WIB
Gowa -

Cuaca ekstrem di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menyebabkan dua orang pendaki meninggal dunia dalam keadaan beku. SAR gabungan juga melaporkan hipotermia juga memicu satu tenda berisi enam pendaki tidak bisa bergerak.

"Dan tadi malam juga itu yang di Pos 9 total ada sekitar 6 orang, satu tenda tidak bisa bergerak," ucap Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhlyh kepada detikcom, Rabu (18/8/2021).

Hasan menyebut para pendaki terkena hipotermia itu berlangsung sejak Selasa (17/8) malam. Beruntung kondisi para pendaki tersebut berangsur membaik dan dapat dievakuasi.

"Tapi setelah subuh laporannya lagi sudah agak membaik," kata Hasan.

Sementara itu, Dantim Basarnas Makassar Dadang Tarkas mengungkap memang ada banyak pendaki yang mengalami hipotermia.

"Ada badai, angin kencang, kabut disertai hujan deras sehingga beberapa rekan-rekan pendaki mengalami hipotermia," ungkap Dadang dalam wawancara terpisah.

Dadang mengatakan, SAR gabungan sejak awal memang mencoba mengantisipasi cuaca ekstrem dengan menyiagakan para personel di sejumlah titik di jalur pendakian. Kemudian saat laporan pendaki hipotermia berdatangan, timnya langsung melakukan evakuasi.

"Banyak sekali (yang hipotermia). Tapi setiap laporan yang kita terima cepat kita tangani," beber Dadang.

Pendaki Gunung Bawa Karaeng Alami Hipotermia-Meninggal Jadi 2 Orang

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Makassar Djunaidi mengungkap jumlah pendaki meninggal di Gunung Bawakaraeng kini jadi 2 orang.

"Iya sudah pasti (laporannya) 2 pendaki meninggal," ucap Djunaidi dalam wawancara terpisah, Rabu (18/8).

Menurut Djunaidi, kedua pendaki yang telah meninggal itu merupakan laki-laki dengan nama yang belum teridentifikasi. Korban kedua yang meninggal ditemukan tak jauh dari posisi korban pertama.

"Iya jadi 2, di Pos 6 ada satu orang, Pos 7 juga satu orang. Semuanya laki-laki," ungkap Djunaidi.

Djunaidi belum memberikan konfirmasi lebih lanjut mengenai insiden korban meninggal ini. Dia menyebut pihaknya masih fokus di tahap evakuasi.

"Semua dievakuasi dua-dua. Sementara sudah mendekati kaki gunung mau dievakuasi ke Puskesmas," ungkapnya.

(hmw/nvl)