Cuaca Gunung Bawakaraeng Sangat Ekstrem Saat Pendaki Terobos Penutupan Jalur

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 12:20 WIB
Gowa -

Seorang pria yang mendaki Gunung Bawakaraeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan meninggal dunia akibat hipotermia. Tim SAR gabungan menyebut cuaca ekstrem memang sedang terjadi di Gunung Bawakaraeng saat sejumlah pendaki nekat menerobos jalur pendakian yang ditutup polisi.

"Karena cuaca di Bawakaraeng sangat ekstrem," ujar Dantim Basarnas Makassar Dadang Tarkas kepada detikcom, Rabu (18/8/2021).

Menurut Dadang, cuaca ekstrem itu mulai terjadi saat para pendaki yang baru saja selesai merayakan HUT RI ke-76 di Gunung Bawakaraeng pada Selasa (17/8) lalu. Saat pendaki mulai perjalanan turun dari puncak gunung, cuaca yang sangat ekstrem menyerang pendaki sehingga belasan dari mereka mengalami hipotermia.

"Ada badai, angin kencang, kabut disertai hujan deras sehingga beberapa rekan-rekan pendaki mengalami hipotermia," ungkap Dadang.

Tim SAR gabungan lalu menerima laporan ada pendaki yang meninggal dunia, dimana jenazahnya ditemukan seorang diri di antara Pos 7 dan Pos 6 jalur pendakian Gunung Bawakaraeng. Pendaki yang meninggal dunia itu masih dalam proses evakuasi dan identitasnya belum diketahui.

"(Ditemukan meninggal) Bukan di tenda. Teman-teman SAR gabungan (melaporkan korban meninggal) antara Pos 6 dengan 7 ditemukan itu," tutur Dadang.

Dadang mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan lebih lanjut mengenai kronologi ditemukannya korban meninggal. Laporan menyebut korban cuma seorang diri saat ditemukan.

"Kami cuma dapat informasi dia tergeletak. Cuma dilaporkan awal ke Posko Lembanna, korban ditemukan dalam keadaan meninggal sendiri di situ (antara Pos 6 dan 7)," kata Dadang.

Diberitakan sebelumnya, Posko Induk SAR gabungan menerima laporan ada seorang pendaki yang meninggal dunia di Pos 7 Gunung Bawakaraeng. Korban dilaporkan mengalami hipotermia hingga membeku.

Laporan korban meninggal diterima Posko Induk SAR gabungan pada sekitar pukul 09.00 WITA, pagi ini. Kini tim potensi SAR tengah melakukan evakuasi terhadap korban.

(hmw/nvl)