Panglima TNI Bantah Status Siaga I di Perbatasan Timor Leste
Sabtu, 01 Apr 2006 13:50 WIB
Jakarta - Meski terjadi peningkatan status keamanan, Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto membantah pihaknya memberlakukan status Siaga I bagi pasukan yang berjaga-jaga di perbatasan RI-Timor Leste."Kalau peningkatan kewaspadaan iya, tapi Siaga I atau siap tempur tidak," kata Panglima di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (1/4/2006).Kekhawatiran terjadinya kerusuhan atau menyeberangnya anggota militer Timor Leste melalui perbatasan Atambua-Mata Ain, imbuh Panglima, terlalu berlebihan.Sebab kerusuhan yang terjadi berlangsung di Dili, bukan di perbatasan. Lokasinya pun sangat jauh dari perbatasan."Itu problem internal Tentara Nasional Timor Leste, dan hari terakhir saya dengar sudah ada penyelesaiannya," kata dia.Panglima juga mengatakan, karena sudah ada penyelesaian internal, maka TNI tidak akan mengirim tentara tambahan ke Atambua. Jumlah pasukan yang ada di perbatasan tetap dua batalyon.Rusuh di Timor Leste terjadi setelah adanya pemecatan 600 tentara Timor Leste. Ratusan tentara itu kemudian mengamuk di kota Dili. Sekitar 30 warga Indonesia, sebagian besar pengusaha langsung melakukan eksodus.
(umi/)











































