Dikritik karena Nonton Sinetron, Mahfud: Dia Langganan Porno, Saya Nggak

Kadek Melda - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 14:42 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md (dok. Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: dok. Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md buka suara soal kritik yang ditujukan kepadanya karena menonton sinetron saat PPKM. Mahfud balik menyindir orang yang berlangganan film porno.

Hal itu disampaikan Mahfud saat live bersama artis Daniel Mananta di Instagram, Selasa (17/8/2020) siang. Mulanya mereka berbicara mengenai kebebasan berpendapat.

"Maksud saya, kalau misalnya orang kalau suka nonton sinetron 'Ikatan Cinta', ya nggak usahlah terlalu bebas pendapatnya untuk dijulidin," kata Daniel.

Mahfud kemudian merespons dan mengatakan dirinya tidak terlalu sering menonton sinetron Ikatan Cinta. Dia menjelaskan saat itu hanya kebetulan sedang menonton sinetron yang digandrungi emak-emak itu.

"Saya sebenarnya sih tidak terlalu sering nonton Ikatan Cinta, tapi saya sering nonton film yang lain lebih banyak. Saya nonton Ikatan Cinta kebetulan saja waktu itu loh," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan heran melihat alur cerita sinetron Ikatan Cinta. Sebab, dalam sinetron tersebut ada satu kejadian yang pemerannya langsung ditahan polisi karena mengaku membunuh.

"Saya ingin menyampaikan pesan, kok ada ya orang ngaku saya yang membunuh langsung dihukum, saya tanya sama istri, ini (film) apa sih ini. Oh namanya ini namanya ini, lalu saya cuit saja, lalu orang ribut suka nonton Ikatan Cinta," ujarnya.

Mahfud mengaku lebih banyak menonton film detektif selama pandemi COVID-19. Dia lantas menyindir orang yang mengkritiknya di Twitter karena menonton sinetron Ikatan Cinta. Mahfud menyentil orang yang berlangganan film porno.

"Saya lebih banyak nonton film-film detektif, dan saya nonton di era-era ini malem, pagi gitu ya, nonton aja karena bisa belajar kita terutama film-film tentang pengadilan. Tapi saya, Daniel, saya nggak nonton film porno. Kan ada orang itu ngritik, ngritik itu suka nonton, padahal dia sendiri langganan film porno. (Kalau) saya nggak," imbuhnya sembari tertawa.

Melalui akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Kamis (15/7/2021), Mahfud mengaku menonton sinetron 'Ikatan Cinta'. Mahfud memberikan catatan soal hukum pidana dalam alur cerita sinetron tersebut.

Berikut cuitan Mahfud terkait sinetron ikatan cinta:

PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron 'Ikatan Cinta'. Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat. Pembunuh Roy adalah Elsa. Sarah, Ibu Elsa, mengaku sebagai pembunuhnya dan minta dihukum demi melindungi Elsa. Lah, dalam hukum pidana tak sembarang orang mengaku lalu ditahan. Kalau begitu nanti banyak orang berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) orang untuk mengaku sehingga pelaku yang sebenarnya bebas.

Pengakuan Mahfud yang menonton sinetron 'Ikatan Cinta' ini justru menuai kritik dari sejumlah pihak. Salah satunya dari anggota DPR RI F-Gerindra Fadli Zon.

"Inilah kalau komando pengendalian COVID tidak langsung dipimpin Presiden. Ada yang sibuk, berjibaku di lapangan, ada yang asyik nonton sinetron Ikatan Cinta. Saran saya Pak @jokowi ambil alih kepemimpinan penanganan darurat COVID. Semua menteri ada tanggung jawab masing-masing. Selamat nonton Pak," kata Fadli dalam akun Twitternya sambil menyertakan emoji tertawa, seperti dilihat Jumat (16/7).

Partai Demokrat (PD) juga mengkritik Menko Polhukam Mahfud Md yang mengaku menonton sinetron Ikatan Cinta. Demokrat menyebut empati Mahfud drop lantaran menonton Ikatan Cinta.

"Menonton sinetron Ikatan Cinta memang berhasil menaikkan imun tubuh Prof Mahfud, tapi membuat empatinya drop," kata Wasekjen PD Irwan kepada wartawan, Jumat (16/7).

PKS mengkritik Menko Polhukam Mahfud Md karena mengunggah cuitan di Twitter terkait sinetron 'Ikatan Cinta'. PKS menilai menonton sinetron tidak baik dilakukan saat PPKM darurat.

"Pertama, semua tetap di rumah merupakan prinsip PPKM. Kegiatan menonton sinetron baik untuk dukung industri kreatif kita. Tapi dilakukan saat PPKM tidak baik," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (16/7).

Mardani menilai masyarakat belum memahami kesepahaman yang sama perihal anjuran tetap di rumah. Dia menegaskan pandemi COVID-19 berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat.

Lihat juga Video: Banyak Hoax COVID-19, Mahfud Minta Media Bantu Cerahkan Publik

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)