Anggota MPR: Kebijakan Pemerintah Harus Mengacu pada 4 Pilar

Khoirul Anam - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 23:29 WIB
Anggota MPR: Kebijakan Pemerintah Harus Mengacu pada 4 Pilar
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Pidato Ketua MPR RI Bambang Soesatyo terkait vaksinasi ideologi dan Sosialisasi Empat Pilar direspons dengan positif para anggota MPR. Anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Zulfikar Arse Sadikin mengatakan Sosialisasi Empat Pilar perlu ditindaklanjuti dengan semakin baik dalam pelaksanaan.

"Agar masyarakat semakin paham. Dari sinilah diharapkan dari hari ke hari tidak ada lagi pertanyaan bahkan niatan yang berbeda dengan nilai-nilai Empat Pilar MPR. Untuk itu perlu dipertajam kegiatan, materi, dan pesertanya," ujar alumni UGM itu dalam keterangannya, Senin (16/8/2021).

Sementara itu, Anggota MPR dari Fraksi PAN Zainuddin Maliki memuji pandangan Bamsoet mengenai vaksinasi ideologi. Ia mengatakan bangsa ini jangan dibawa ke mana-mana selain Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Jangan dibawa ke kapitalisme, komunisme, dan paham lainnya," tegasnya.

Ia berharap Empat Pilar MPR disosialisasikan dengan baik. Menurut dia, nilai-nilai itu diharuskan menjadi warna kebijakan pemerintahan.

"Kebijakan pemerintah harus betul-betul mengacu pada 4 Pilar MPR. Bila kebijakan bangsa ini dikendalikan oleh pelaku pasar sehingga mengakibatkan pasar bebas dan oligarki, maka mereka perlu divaksin ideologi," tambahnya.

Diketahui, dalam Pidato Pembukaan Sidang Tahunan MPR, Bamsoet mengatakan untuk memerangi pandemi COVID-19 serta berbagai dampaknya, tidak hanya cukup berfokus pada peningkatan ketahanan tubuh melalui vaksinasi COVID-19.

"Melainkan juga harus dibarengi dengan vaksinasi ideologi untuk meningkatkan ketahanan ideologi masyarakat," ujarnya.

Vaksinasi ideologi, menurut dia, ditempuh dengan melalui Sosialisasi Empat pilar MPR, yang terdiri dari Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Menurut Politisi Partai Golkar itu, melalui vaksinasi ideologi, berbagai ancaman dan gangguan yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dapat dicegah dan ditangkal.

"Wabah COVID-19 tidak hanya menjadi tantangan, tetapi menjadi peluang bagi bangsa Indonesia untuk bangkit beradaptasi dengan tuntutan dinamika, situasi dan kondisi yang baru," pungkasnya.

(akd/ega)