Lewat Vaksinasi Ideologi, Bamsoet Yakin Ancaman Bangsa Bisa Dicegah

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 20:39 WIB
Bamsoet Usul Penanganan Pandemi Dibarengi Vaksinasi Ideologi, Apa Itu?
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan pimpinan dan anggota MPR terus melakukan upaya 'vaksinasi ideologi' melalui sosialisasi Empat Pilar MPR, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia berharap hal itu dapat meningkatkan ketahanan ideologi di tengah masyarakat.

"Melalui vaksinasi ideologi, kami meyakini segala potensi ancaman dan gangguan yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa akan dapat dicegah dan ditangkal," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (16/8/2021).

"Dengan badai COVID-19 justru akan semakin memperkuat ketahanan ideologi bangsa kita, sehingga COVID-19 tidak hanya menjadi tantangan, tetapi menjadi peluang untuk bangkit beradaptasi dengan tuntutan dinamika, situasi dan kondisi yang baru," imbuhnya dalam Sidang Tahunan MPR RI di Jakarta.

Dia menilai pandemi tak hanya berdampak pada bidang kesehatan tapi juga memiliki dampak sosial hingga ekonomi. Oleh karena itu, kata dia, upaya memerangi pandemi tidak hanya dengan meningkatkan ketahanan tubuh melalui vaksinasi, tetapi harus dibarengi dengan upaya melakukan vaksinasi ideologi.

"Pandemi COVID-19 tidak hanya memiliki dampak ekonomis yang nyata dengan meningkatnya angka pengangguran, kemiskinan, kesenjangan yang berpotensi menimbulkan permasalahan dalam bidang-bidang lainnya, tetapi yang juga patut diwaspadai adalah potensi bangkitnya nilai-nilai paham individualisme, komunisme, intoleransi, separatisme, radikalisme, terorisme, dan etno nasionalisme di tengah ketidakpastian akibat pandemi COVID-19," kata Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19. Ia juga memberikan apresiasi atas kerja keras pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap seluruh warga negara Indonesia sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak konstitusional warga negara Indonesia.

"Kami mendukung sepenuhnya upaya-upaya pemerintah melalui sejumlah paket kebijakan dalam mengatasi pandemi COVID-19 beserta dampaknya. Realokasi APBN dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk program perlindungan sosial dengan beragam skema dan saluran, refocusing anggaran kesehatan, realokasi dukungan UMKM dan korporasi, bantuan langsung tunai dana desa, insentif usaha, serta potongan tarif listrik PLN adalah kebijakan yang tepat untuk menangani dampak ekonomi dan sosial akibat pandemi COVID-19," jelasnya.

Bamsoet menambahkan MPR juga mengapresiasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19, para tenaga kesehatan dan relawan, jajaran TNI dan Kepolisian yang ikut berkontribusi dalam upaya pengendalian dan penanganan COVID-19 di Tanah Air. Tidak ketinggalan kepada masyarakat yang telah bergotong-royong membantu penanganan pandemi melalui gerakan solidaritas, kepedulian sosial, baik secara individu maupun kelompok.

"Sepatutnya kita bangga memiliki ke-Indonesia-an, memiliki nilai-nilai moral dan jatidiri bangsa yang kokoh sehingga berbagai permasalahan bangsa dapat dihadapi dengan penuh optimisme dan kekuatan kebersamaan," katanya.

Bamsoet mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan, menjaga jarak, membatasi interaksi, serta melakukan vaksinasi. Hal ini guna mencegah dan menurunkan tingkat persebaran, tingkat fatalitas dan kematian akibat COVID-19.

"Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia membangun kekuatan bersama, mendukung kebijakan pemerintah. Tidak ada lagi pengambilan paksa jenazah yang terkonfirmasi COVID-19, tidak ada lagi pemalsuan sertifikat vaksin dan test swab PCR, tidak ada lagi penimbunan obat, oksigen, dan peralatan kesehatan lainnya, serta tidak ada lagi narasi-narasi kontraproduktif yang mengganggu keprihatinan dan fokus kita bersama dalam menangani pandemi COVID-19," tukasnya.

(akd/ega)