Polri: Pimpinan EDCCash Tak Merasa Salah Meski Rugikan 52 Ribu Orang

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 12:05 WIB
Konferensi pers Bareskrim Polri mengungkap investiasi bodong EDCCash
Konferensi pers investasi bodong EDCCash. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Dittipideksus Bareskrim Polri menyerahkan 6 tersangka beserta barang bukti investasi bodong EDCCash hari ini yang diduga merugikan 52 ribu member. Tersangka sekaligus pimpinan EDCCash, AY, disebut tidak kooperatif dan tidak pernah mau mengaku salah.

"Sampai sekarang yang namanya Pak AY itu tidak kerja sama sama kita dan tidak pernah mau ngomong di mana aset-asetnya. Semua kita pakai melalui bantuan dari rekan-rekan korban, dan dari masyarakat yang berikan informasi. Tidak ada satu pun aset yang disampaikan oleh pihak AY," ujar Wadirtipideksus Kombes Whisnu Hermawan kepada wartawan, Senin (16/8/2021).

"Nggak pernah mau kerja sama sampai detik ini. Itu yang hebatnya, karena sampai sekarang tersangka utama ini tidak pernah ngaku salah dan tidak pernah ngerasa salah," sambungnya.

Akibat AY yang tidak kooperatif, Whisnu menjelaskan polisi kesulitan dalam melacak aset para tersangka EDCCash. Dia mengakui aset yang dikumpulkan penyidik saat ini belum bisa menutupi kerugian para korban EDCCash.

"Pastinya tidak (cukup menutup kerugian) ya. Tapi kan kita sama tim tracing aset cek lagi. Ini kan masih mencari lagi disembunyikan di mana. Pokoknya kemarin ini tim mencari ke Bali, rupanya ada dia membeli rumah dan tanah di Bali," terang Whisnu.

Sementara itu, Kasubdit V IKNB Dittipideksus Kombes Ma'mun menyebut pihaknya telah menyita aset pelaku EDCCash sebesar Rp 200-300 miliar. Ma'mun mengatakan nilai aset itu masih jauh dari total kerugian korban.

"Kalau kami perkirakan asetnya sekarang sudah sampai Rp 200-300 miliar sudah ada. Belum (mencapai 50% kerugian korban), masih terus kita kembangkan. Makanya kita minta waktu untuk kita dalami," ucap Ma'mun.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) telah menyatakan berkas perkara kasus investasi bodong EDCCash lengkap. Dittipideksus Bareskrim Polri menyerahkan 6 tersangka beserta barang bukti EDCCash ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi Kota hari ini.

"Hari ini Dittipideksus akan menyerahkan tersangka dan barang bukti terkait dengan perkara EDCCash. Yang beberapa bulan lalu kita telah mengungkap, di mana perkara ini adalah perkara yang dimaksud dengan investasi bodong ataupun yang ilegal," ujar Wadirtipideksus Kombes Whisnu Hermawan kepada wartawan, Senin (16/8).

"Lima berkas sudah kami selesaikan, dan teman-teman dari JPU telah memberikan surat P21 terhadap perkara tersebut. Namun, masih ada perkara yang masih kita dalami, dan kita kembangkan terkait dengan TPPU ataupun money laundering-nya. Jadi perkara ini meskipun sudah kita selesai P21-nya, masih ada proses lagi, yaitu proses terkait TPPU-nya," sambungnya.

Whisnu menekankan tidak ada tersangka yang penahanannya ditangguhkan. Dia menepis informasi yang beredar di masyarakat bahwa para pelaku investasi bodong EDCCash berkeliaran di luar tahanan.

"Ini adalah para tersangka yang beberapa waktu itu kita tangkap, dan semua daripada tersangka ini tidak ada yang kita tangguhkan. Artinya, kalau ada informasi ataupun masukan-masukan dari dunia luar, bahwa ada tersangka yang di luar, ya ini orangnya. Ini tersangka yang masih di dalam dan sekarang akan kita limpahkan ke JPU," tegas Whisnu.

Simak video 'Investasi Bodong EDC-Cash Tipu 57 Ribu Member, Raup Ratusan Miliar!':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)