Tersangka Kasus Investasi Bodong EDCCash Jadi 12 Orang, 6 Ditahan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 14:09 WIB
Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika
Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan enam orang tersangka baru dalam kasus investasi bodong EDCCash, yang diduga merugikan 57 ribu member. Kini total ada 12 orang tersangka dan enam orang di antaranya telah ditahan.

"Jumlah tersangka sementara 6 orang ditahan dari 12 orang yang sudah ditetapkan tersangka. Yang lain masih diproses berdasarkan perkara yang lain," ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika melalui pesan singkat, Jumat (4/6/2021).

"Iya (tersangka baru) yang terkait EDCCash, yang bersama-sama membantu melakukan," sambungnya.

Helmy mengatakan sejauh ini sudah ada 1.300 korban yang melapor ke Bareskrim terkait investasi bodong EDCCash. Namun yang baru diperiksa belum sampai 100 orang.

"Jumlah saksi dan korban yang melapor di desk pengaduan sampai saat ini korban sekitar 1.300 orang. Yang diperiksa sudah 63 orang," ucap Helmy.

Selain itu, Helmy mengungkap sejumlah barang bukti yang telah disita dari para tersangka EDCCash, di antaranya mobil mewah Ferrari dan McLaren, tanah, hingga bangunan.

"Barang bukti (yang sudah disita): tanah dan bangunan, kendaraan 26 buah, surat-surat bukti pembayaran dan transfer, aset barang mewah lainnya," tuturnya.

Baca juga: Polri Ungkap Modus Investasi Bodong EDCCash yang Rugikan 57 Ribu Member

Respons Polri soal Korban Minta Uang Kembali

Helmy turut merespons permintaan para korban penipuan EDCCash agar uangnya kembali. Dia berjanji pihaknya terus mencari aset tersangka lainnya untuk bisa mengganti kerugian korban.

"Penyidik masih mengembangkan untuk mencari aset yang merupakan hasil kejahatan. Masih dalam upaya verifikasi oleh penyidik. Belum disimpulkan (nilainya)," kata Helmy.

"Dan direncanakan minggu depan berkas akan dikirim ke kejaksaan," tutupnya.

Sebelumnya, para korban EDCCash berharap uang mereka bisa segera dikembalikan. Banyak di antara mereka yang sampai menggadaikan rumahnya ke bank untuk menutup kerugian.

"Klien saya berharap mereka bisa mendapatkan haknya kembali, karena itu uang hasil jerih payah mereka menabung. Dan bahkan ada yang sampai gadai surat rumah ke bank, tentunya sangat besar harapan mereka agar bisa mendapatkan kembali," ujar pengacara yang mewakili sejumlah korban EDCCash, Abdul Malik, saat dihubungi, Senin (26/4).

Polisi telah menyita sejumlah aset para tersangka. Aset yang disita antara lain mobil mewah seperti Ferrari dan McLaren, tas bermerek, hingga uang tunai.

(knv/knv)