Kemenkes Konsultasi ke Penyedia Alat hingga LKPP soal Harga Tes PCR

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 08:34 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi
dr Siti Nadia Tarmizi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan agar harga tes polymerase chain reaction (PCR) diturunkan. Kemenkes akan konsultasi dengan penyedia alat tes PCR hingga Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Sesuai arahan presiden ya kita akan berkonsultasi dengan berbagai pihak. Penyedia (alat tes PCR), distributor, lab swasta, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), LKPP," kata Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom, Minggu (15/8/2021).

Nadia mengatakan konsultasi bersama sejumlah pihak itu membahas komponen pembentukan harga yang meliputi biaya SDM, listrik, bahan habis pakai (tube, tip filter), APD, limbah, air dan reagen. Dia memastikan bahwa nantinya harga tes PCR akan merata di seluruh Indonesia.

"(Harga akan sama) seluruh Indonesia, nanti kita lihat apakah seperti rapid yang ada dua batas harga," ucapnya.

Nadia menyebut Kemenkes tengah ditahap finalisasi penurunan biaya tes PCR. Dia berjanji Kemenkes akan secepatnya mengumumkan penurunan harganya.

Sebelumnya, Jokowi memerintahkan agar harga tes polymerase chain reaction(PCR) diturunkan. Jokowi meminta agar biaya tes PCR di kisaran Rp 450-550 ribu.

"Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran antara Rp 450.000 sampai Rp 550.000," dalam keterangannya melalui kanal YouTube Setpres, Minggu (15/8).

Selain untuk menurunkan harga, Jokowi juga memerintahkan agar hasil tes PCR dipercepat. Dia meminta agar hasil tes PCR keluar dalam waktu maksimal 1x24 jam.

"Saya meminta agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1x24 jam," kata Jokowi.

(fas/lir)