detik's Advocate

Bisakah Saya Tuntut Ganti Rugi Pebinor yang Merusak Rumah Tangga Kami?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 08:24 WIB
Couple lying in bed while someone is watching in front of the door
Ilustrasi percintaan (Foto: iStock).
Jakarta -

Hubungan rumah tangga acapkali diwarnai bumbu-bumbu kehidupan. Bahkan kerap dijumpai percekcokan hingga perselingkuhan. Salah satunya diceritakan pembaca detik's Advocate.

Berikut kisah yang diterima detik's Advocate:

Salam sehat detik's Advocate

Perkenalkan saya Budi. Saya sudah menikah lima tahun dengan istri saya dan dikaruniai seorang putra.

Saya merantau ke Jakarta pada 2019, sedangkan istri dan anak saya tinggal di kampung di Jawa Tengah.

Karena pekerjaan, saya sempat berbulan-bulan tidak bisa pulang menengok keluarga di kampung. Pada awal 2021 saat saya pulang kampung, saya kaget. Ternyata istri saya sudah punya anak lagi.

Selidik punya selidik, anak itu adalah hasil hubungan gelap dengan perebut bini orang (pebinor) yaitu mantan pacarnya. Kepala saya langsung mendidih dan panas mengetahuinya.

Langkah hukum apa yang bisa saya lakukan? Apakah saya bisa menuntut ganti rugi si pebinor? Karena saya mengeluarkan uang cukup banyak untuk membangun rumah tangga kami, dari biaya menikah, hingga membesarkan anak.

Salam

Jawab:

Terima kasih atas pertanyaannya. Kami bersimpati atas apa yang Bapak Budi alami. Semoga masalah cepat selesai.

Berdasarkan pengertian KUHPerdata, disebutkan ganti rugi adalah membayar segala kerugian karena musnahnya atau rusaknya barang-barang milik kreditur akibat kelalaian keditur. Dari pengertian di atas, maka ikatan pernikahan tidak bisa disamakan dengan 'barang' sehingga meski ikatan pernikahan rusak karena adanya pebinor, si perusak tidak bisa dimintai ganti rugi.

Oleh sebab itu, maka tuntutan ganti rugi dalam kasus Bapak Budi kami nilai tidak bisa dilakukan. Namun apabila Bapak Budi berkeyakinan sebaliknya, maka bisa tetap mengajukan gugatan perdata ke pengadilan negeri setempat dengan menggunakan hukum acara perdata.

Bapak Budi bisa menggunakan dalil si pebinor telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum. Bapak Budi harus menguraikan satu per satu biaya pernikahan yang telah dikeluarkan selama berumah tangga dan menilainya dengan uang sehingga terhitung ganti rugi yang bisa dinilai dengan Rupiah. Jangan lupakan bukti-bukti yang bisa membuktikan kerugian tersebut.

Nantinya hakim yang akan menilai apakah permohonan ganti rugi yang Bapak Budi mohonkan dikabulkan atau tidak.

Selain langkah hukum di atas, Bapak Budi bisa melaporkan perbuatan si pebinor ke aparat kepolisian dengan Pasal Zina pada masa perkawinan berdasarkan ketentuan Pasal 284 KUHP dengan ancaman 9 bulan penjara.

Delik ini adalah delik aduan absolut dengan pelaku adalah istri Budi dan si pebinor. Bapak Budi tidak bisa memilah dan meminta yang diproses hanya si pebinor, tapi istri bapak juga harus diproses secara hukum.

Langkah terakhir adalah memutuskan ikatan pernikahan dengan mengajukan talak cerai ke Pengadilan Negeri bagi yang beragama non-Islam dan ke Pengadilan Agama bagi yang beragama Islam.

Demikian jawaban kami.

Salam
Tim Pengasuh detik's Advocate

Tentang detik's Advocate:

detik's Advocate adalah rubrik baru di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya dan akan ditayangkan di detikcom, baik dalam bentuk artikel ataupun visual.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email:
redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Lihat juga video 'Cemburu Buta, Pria di Bogor Bunuh Janda Penjual Kopi':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/gbr)