Sekretaris Camat di Sulbar Polisikan Perusak Patung Ikon Kecamatan

Abdy Febriadi - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 03:37 WIB
Patung Ikon Kecamatan Wonomulyo, Polman Sulbar Dirusak
Patung Ikon Kecamatan di Sulbar Dirusak (Foto: Abdy/detikcom)
Polewali -

Peristiwa perusakan patung ikon Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawersi Barat (Sulbar) secara resmi dilaporkan kepada pihak berwajib. Proses pelaporan dilakukan Sekretaris Camat Wonomulyo, Samiaji ke Polsek Urban Wonomulyo.

"Sebenarnya kami tidak ingin melaporkan masalah ini ke Polsek, namun karena ada desakan dari masyarakat menanyakan kenapa pelaku didiamkan, jangan sampai nanti berbuat yang tidak baik jika tidak ditangani, dengan berat hati saya laporkan ke Polsek sore tadi," kata Samiaji kepada wartawan melalui pesan singkat, Minggu (15/8/21).

Laporan itu tertuang dalam nomor laporan STLP/44?VIII/2021/Sek-Wono. Samiaji mengatakan peristiwa perusakan ini juga telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Kami berharap, laporan ini segera diproses oleh pihak kepolisian, karena tindakan pelaku sudah meresahkan masyarakat dan merugikan pemerintah," ungkapnya.

Samiaji juga meminta keluarga pelaku, untuk memenuhi janjinya. Yaitu membangun kembali patung yang telah dihancurkan pelaku.

"Sebelumnya orang tua pelaku telah memberikan pernyataan akan membangun kembali patung tersebut. Saya berharap orang tua pelaku untuk segera memenuhi janjinya, membangun kembali patung yang telah dirusak anaknya," kata Samiaji.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah patung yang menjadi ikon di Kecamatan Wonomulyo, dihancurkan seorang pria berinisial MK (25). MK merupakan warga setempat.

Aksi perusakan dilakukan MK menggunakan martil. Aksi itu sempat terekam kamera warga hingga akhirnya viral di media sosial.

Aksi perusakan ini pertama kali dilakukan MK, pada Jumat sore (23/07) lalu. Dua patung yang dirusak di antaranya patung Bapak Tani yang berada di depan alun-alun Kecamatan Wonomulyo, serta Patung Pancasila, di halaman Pendopo Kantor Camat Wonomulyo.

Usai melakukan perusakan, keberadaan MK tidak diketahui kendati sempat dilakukan pencarian.

Tidak berselang lama, pada Jumat dini hari (13/08), MK justru kembali terlihat melakukan perusakan Patung Ibu Tani yang berada di Alun-Alun Kecamatan Wonomulyo. Setelah melakukan perusakan, keberadaan MK lagi-lagi belum diketahui.

Kendati aksi perusakan yang dilakukan MK sempat terlihat warga. Sayang warga enggan menghentikan dengan alasan takut, karena MK disebut-sebut menderita gangguan jiwa.

(lir/lir)