Keluarga Rapper 'Neo' Derry Akan Ajukan Permohonan Rehab, Ini Kata Polisi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 15 Agu 2021 21:02 WIB
Rapper Neo Derry ditangkap polisi terkait kasus narkoba (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Foto: Rapper 'Neo' Derry ditangkap polisi terkait kasus narkoba (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Polisi tak mempermasalahkan jika keluarga rapper grup 'Neo' Indra Derryanto alias Derry ingin mengajukan permohonan rehabilitasi untuk Derry. Polisi menilai hal tersebut sah dilakukan.

"Kalau untuk pengajuan itu sah-sah saja," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Wadi Saabani, saat dikonfirmasi, Minggu (15/8/2021).

Wadi mengatakan, permintaan itu nantinya akan dikaji oleh tim asesmen dari BNN, BNK, polisi dan kejaksaan. Tim asesmen, sebutnya, akan memutuskan hasilnya berdasarkan kasus hukum yang menjerat Derry. Mengingat, status Derry sebagai tersangka pemakai sekaligus pengedar narkoba.

"Lihat saja nanti rekomendasi tim asesmen-nya seperti apa," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Keluarga berencana mengajukan permintaan rehabilitasi terhadap Derry pekan depan. Sebag, keluarga beranggapan Derry hanya korban pandemi COVID-19. Sebagai pekerja seni, Derry melimpahkan rasa stresnya dengan mengkonsumsi obat terlarang tersebut.

"Minggu depan kami akan ajukan permohonan asesmen rehabilitasi ke Polres Jakarta Selatan," kata kuasa hukum Derry, Adriel Viari, saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (15/8/2021).

"Prinsipnya, kami sampaikan bahwa memang Derry ini adalah korban penyalahgunaan, korban pandemi yang bingung mau ngapain, nggak punya pekerjaan, nonjob. Seperti yang kita tahu, Pak Derry adalah pelaku seni yang nggak bisa off air, nggak bisa on air, jadi tingkat stresnya tinggi. Jadi mungkin pelariannya ke narkotika. Tapi tidak dibenarkan memang, tidak menjadi pembenaran ya," sambungnya.

Istri Derry, Wichita, berharap polisi dapat mengabulkan permohonan rehabilitasi suaminya. Wichita meyakini Derry memiliki keinginan yang sama yaitu menjalani rehabilitasi.

"Dia itu tulang punggung keluarga, anaknya masih kecil dan aku juga pengen dia... semoga dia pengen direhab. Aku terima kasih kepada teman-teman polisi, Kapolres yang sudah menjalankan tugas dengan baik. Aku cuma pengen semoga dia direhab. Itu saja," ucapnya.

Saat ini, Derry bersama dua orang lainnya saat ini sudah ditahan. Penahanan dilakukan setelah ketiganya ditetapkan sebagai tersangka pengedar ganja.

"Bahwa rangkaian dari ID cs bahwa ketiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sudah ditahan di rutan Polres Metro Jakarta Selatan," ujar Wadi, Sabtu (7/8/2021).

Dalam jumpa pers di Polres Jaksel, Jumat (6/8), Derry sudah mengakui sudah lama memakai ganja meski tidak sering.

Derry juga mengaku mengedarkan narkotika jenis ganja. Dia mengaku sudah melakukan jual-beli ganja sejak awal pandemi COVID-19 karena masalah ekonomi.

(fas/fas)