Jazilul Fawaid Sebut Sidang Tahunan MPR Jadi Momentum Tumbuhkan Optimisme

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 17:40 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

MPR RI akan menggelar Sidang Tahunan pada Senin (16/8). Dalam sidang ini, Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato laporan kinerja lembaga-lembaga negara selama menjalankan tugas dan kewenangannya dalam setahun terakhir.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan sidang Tahunan MPR menjadi momentum untuk menumbuhkan optimisme bangsa. Melalui sidang ini, rakyat juga dapat mendengarkan sekaligus mengevaluasi kinerja kelembagaan pemerintahan atau lembaga negara.

"Indonesia harus segera bangkit dari keterpurukan. Pembangunan bangsa ini harus dilanjutkan. Kita tahu bersama bahwa Indonesia adalah bangsa yang tangguh dan kuat. Rakyat harus memiliki semangat dan optimisme bahwa bangsa ini bisa segera bangkit kembali dari keterpurukan yang terjadi selama lebih dari setahun terakhir," tutur Jazilul dalam keterangannya, Sabtu (14/8/2021).

Jazilul menjelaskan lebih dari setahun bangsa Indonesia dilanda wabah COVID-19. Sejak 2 Maret 2020 hingga Jumat (13/8), tercatat total ada 3.804.943 kasus COVID-19. Sebanyak 115.096 warga meninggal dunia dan kasus aktif mencapai 400.129. Hal yang sama juga terjadi di seluruh penjuru dunia.

Selain berdampak terhadap sektor kesehatan, Jazilul mengatakan pandemi COVID-19 juga menghambat sektor perekonomian. Berbagai usaha masyarakat, maskapai penerbangan, hingga bisnis transportasi pun mengalami penurunan.

Beberapa UMKM juga terpaksa gulung tikar dan PHK terjadi di mana-mana. Bahkan, Indonesia juga masuk ke jurang resesi. Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan. Terlebih saat ini pemulihan ekonomi nasional telah mulai mengalami peningkatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia di triwulan II-2021 tumbuh 3,31% (q-to-q) dari triwulan sebelumnya. Sementara pertumbuhan triwulan II-2021 terhadap triwulan II-2020 sebesar 7,07% (y-on-y).

Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan juga mencatat adanya penurunan dampak pandemi. Data Kemenkes per 12 Agustus 2021 mencatat tingkat bed occupancy rate (BOR) untuk ruang isolasi di rumah sakit di seluruh provinsi tidak ada yang mencapai 80%. Pelaksanaan PPKM level 4 di Jawa-Bali juga menurunkan kasus COVID-19 sehingga status level wilayah mengalami perubahan.

Meskipun demikian, untuk ruang Intensive Care Unit (ICU), masih terdapat beberapa provinsi dengan BOR di atas 80 persen, di antaranya Bali, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Riau.

"Jika kita melihat angka-angka di atas, sudah sewajarnya dan menjadi keharusan bersama bahwa kita harus punya optimisme untuk segera bangkit kembali. Tidak boleh masyarakat kita patah semangat dan patah harapan. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan. Kita semua, bangsa ini harus bersatu padu, merapatkan barisan untuk bersama-sama bangkit dari kondisi sulit ini," katanya.

Jazilul mengatakan Indonesia memiliki sejarah sebagai bangsa yang kuat dan tangguh. "350 tahun dijajah bukan waktu yang singkat dan akhirnya bangsa ini bisa bangkit dan merdeka. Ini adalah bukti bahwa bangsa kita bukan bangsa yang lemah," katanya.

Menyambung usia Indonesia yang ke-76 tahun, Jazilul berpesan agar seluruh pihak bekerja sama dalam mengatasi pandemi. Sebab, pandemi mengakibatkan krisis multidimensi. "Tentu kita harus bangkit bersama, menguatkan soliditas agar segera keluar dari kesulitan ini," tuturnya.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Itu kunci. Lakukan apa imbauan pemerintah. Insyaallah kita bisa mengatasi pandemi ini. Kuncinya disiplin, solid, dan selalu bergotong royong," pungkasnya.

(mul/ega)