Polisi Buka Peluang Mediasi Kedua untuk Adam Deni-Jerinx

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 15:47 WIB
Jakarta -

Proses mediasi Adam Deni dengan I Gede Ari Astina alias Jerinx 'SID' dalam kasus dugaan pengancaman melalui media elektronik berakhir buntu. Polisi mengatakan masih ada kesempatan bagi keduanya untuk melakukan mediasi lagi.

"Kami sebagai mediatornya tidak bisa memaksa, silakan. Tapi di sisi lain kami masih membuka ruang untuk mediasi lanjutan sampai dengan sebelum berkas dikirim ke JPU (jaksa penuntut umum)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (14/8/2021).

Yusri tidak memerinci kapan mediasi kedua akan dilakukan. Namun, sesuai dengan surat edaran Kapolri soal penanganan kasus ITE, polisi bakal mengedepankan mediasi untuk kasus ini.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan proses mediasi memang tidak dibatasi. Dia mengatakan mediasi hari ini bukan yang terakhir di kasus Adam Deni dan Jerinx.

"Mediasi itu tidak terbatas. Yang kita lakukan hari ini bukan mediasi yang terakhir. Artinya, penyidik memberikan kesempatan kepada pihak-pihak untuk bermediasi," ujar Ade.

Meski demikian, dia mengatakan polisi tetap melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke jaksa. Ade menyebut proses penyidikan berjalan beriringan dengan upaya mediasi.

"Di sisi lain, proses penyidikan harus berjalan. Oleh karena itu, proses penyidikan sambil berjalan dan sambil memberikan kepada pihak-pihak untuk melakukan negosiasi atau melakukan mediasi itu dipersilakan, sambil menunggu kelengkapan berkas perkara," ucapnya.

Selain itu, Ade mengatakan Jerinx tidak ditahan di kasus ini. Polisi menilai Jerinx bersikap kooperatif.

Awalnya, dia menyebut penahanan harus dilakukan berdasarkan alasan subjektif dan objektif. Alasan objektif diketahui dilihat dari jeratan pasal yang menjerat tersangka hingga hukuman dari tersangka tersebut.

Menurutnya, alasan objektif itu tidak terpenuhi unsurnya untuk melakukan penahanan kepada Jerinx. Ade mengatakan ada tiga aspek yang dilihat penyidik dalam menyimpulkan alasan subjektif dalam proses penahanan.

"Alasan subjektif untuk dilakukan penahanan atau tidak ditahan adalah tiga hal. Pertama dikhawatirkan melarikan diri, yang kedua dikhawatirkan mengulangi perbuatannya, dan ketiga menghilangkan barang bukti," terang Tubagus.

Pihaknya menilai Jerinx bersikap kooperatif dan mengikuti prosedur hukum dengan baik. Atas dasar itu, penahanan tidak dilakukan.

"Dari ketiga aspek subjektif ini, penyidik berkesimpulan tidak ditahan. Karena yang bersangkutan hadir memenuhi panggilan kita walaupun panggilan kedua. Kedua barang bukti sudah utuh, yang ada sudah disita, dan tidak mungkin dihilangkan," ucapnya.

Mediasi Buntu

Kombes Yusri Yunus mengatakan mediasi berlangsung 1 jam. Jerinx telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Adam Deni.

"Terlapor J sudah sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan dan pelapor pun ADG sudah menerima maaf secara pribadi apa yang disampaikan. J pun sudah mengakui memang betul dia yang melakukan pengancaman melalui media elektronik," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (14/8).

Namun, meski telah menerima permintaan maaf dari Jerinx, pihak Adam Deni mengaku tetap ingin melanjutkan kasus tersebut di jalur hukum. Jerinx pun menyerahkan proses hukum kepada polisi.

(ygs/haf)