Apa Itu Akses Ilegal, Kasus yang Kini Menjerat dr Richard Lee

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 12:44 WIB
BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 17:  German politician Christian Lindner of the FDP political party uses an Apple iPhone as he attends the Walther Rathenau Award ceremony on September 17, 2015 in Berlin, Germany. The award is in recognition of foreign policy achievements and Queen Ranias efforts on behalf of refugees and children.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Ilustrasi (GettyImages)
Jakarta -

Penangkapan dr Richard Lee sempat membuat heboh. Richard Lee ditangkap dan menjadi tersangka kasus akses ilegal (illegal access) dan penghilangan barang bukti di Polda Metro Jaya.

Richard Lee diduga mengakses akun Instagram pribadinya @dr.richard_lee yang dalam status penyitaan polisi. Akun Instagram Richard Lee ini disita polisi di kasus dugaan pencemaran nama baik Kartika Putri.

Untuk diketahui, di kasus ini Richard Lee dijerat dengan Pasal 30 ayat (3) UU ITE dan/atau Pasal 231 KUHP dan/atau Pasal 221 ayat 1 angka 2 KUHP.

Pasal 30 ayat (3) berbunyi:

"Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah)."

Pasal 231 KUHP berbunyi:

"Barangsiapa dengan sengaja menarik suatu barang yang disita berdasarkan ketentuan undang-undang atau yang dititipkan atas perintah hakim, atau menyembunyikan barang itu, padahal ia tahu bahwa barang itu ditarik dari sitaan atau simpanan itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun."

Pasal 221 ayat 1 angka 2 KUHP:

"Barang siapa setelah dilakukan suatu kejahatan dan dengan maksud untuk menutupinya, atau untuk menghalang-halangi atau mempersukar penyidikan atau penuntutannya, menghancurkan, menghilangkan, menyembunyikan benda-benda terhadap mana atau dengan mana kejahatan dilakukan atau bekas-bekas kejahatan lainnya, atau menariknya dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pejabat kehakiman atau kepolisian maupun oleh orang lain, yang menurut ketentuan undang-undang terus menerus atau untuk sementara waktu diserahi menjalankan jabatan kepolisian diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah."

Pakar digital forensik, Satriyo Wibowo (Dok.pridadi)Pemerhati hukum siber, Satriyo Wibowo (Foot: dok. pribadi)

Apa itu Akses Ilegal?

Illegal access sendiri adalah tindakan memasuki, menerobos, melampaui, atau menjebol tanpa hak atau dilakukan secara ilegal. Dalam hal ini, Richard Lee dianggap telah melakukan akses ilegal terhadap akun Instagramnya. Yang perlu dipahami, akun Instagram yang diakses Richard Lee ini memang milik pribadinya, tetapi dalam hal ini akun tersebut telah disita oleh penyidik.

Menurut pemerhati hukum siber Satriyo Wibowo, ketika sebuah akun Instagram telah disita oleh penyidik, user ID hingga password akun tersebut dikuasai oleh penyidik. Dalam hal penyitaan tersebut, penyidik punya wewenang untuk mengganti password akun tersebut agar tidak terjadi akses ilegal oleh pihak mana pun selain penyidik.

"Dalam hal akun dan password disita, secara hukum, penguasaan dari akun berada di tangan penyidik (Pasal 1 angka 16 KUHAP). Dalam prosesnya, penyidik akan membuat berita acara penyitaan akun dan password. Masih dalam berita acara tersebut, juga akan disebutkan bahwa password akan diubah penyidik untuk tujuan pengamanan bukti elektronik," ujar Satriyo Wibowo saat dihubungi, Sabtu (14/8/2021).


Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Simak video 'Geger dr Richard Lee Ditangkap Paksa hingga Akhirnya Dipulangkan':

[Gambas:Video 20detik]