Fadli Zon Sebut Lomba Artikel BPIP Produk Islamophobia, PKB: Berlebihan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 07:50 WIB
Anggota MPR Fraksi PKB Syaiful Huda
Saiful Huda (Foto: Dok. MPR)
Jakarta -

Politikus Gerindra, Fadli Zon, menyebut lomba menulis artikel bertema 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai produk islamophobia. Pandangan itu dinilai berlebihan.

Politikus PKB, Saiful Huda, tak sependapat dengan Fadli Zon. Dia menyebut pernyataan Fadli justru bisa memicu masalah baru.

"Pandangan jika tema lomba BPIP sebagai bentuk islamphobia juga agak berlebihan," kata Saiful Huda kepada detikcom, Jumat (13/8/2021).

Menurut Ketua Komisi X DPR ini, tema lomba menulis artikel BPIP tersebut memang tidak tepat. Namun persoalannya cuma tingkat kreativitas dari panitia lomba yang kurang.

"Ini hanya masalah panitia saja yang kurang kreatif dalam mencari tema lomba. Menstigma satu tema lomba tulisan dengan phobia keyakinan tertentu tidak menjernihkan masalah, tapi malah memicu masalah baru," tegas Saiful.

Minta Panitia Ganti Tema Lomba

Saiful juga mengkritisi lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional itu. Menurutnya, cara pandang keagamaan dengan bernegara di Indonesia sudah sejalan.

"Dalam pemahaman saya, cara pandang keagamaan di Indonesia sudah benar dalam menempatkan cinta tanah air sebagai bagian dari keyakinan kita. Jadi kalau sekarang ada lomba yang bertemakan cara menghormat bendera dipandang dari keyakinan agama tertentu, itu sudah out of date," ujarnya.

Ia meminta BPIP lebih kreatif lagi dalam mencari tema. Misalnya, contoh Saiful, terkait hubungan antara nasionalisme dan solidaritas di tengah pandemi Corona.

"Atau kalau memang untuk memperingati Hari Santri bisa saja temanya tentang bagaimana nilai-nilai agama bisa menjadi perekat sosial untuk bangkit bersama melawan pandemi," jelas Saiful.

Saiful meminta sesegera mungkin panitia lomba mengganti tema. "Sekali lagi mempermasalahkan ajaran keyakinan tertentu terkait cara pandang bernegara di Indonesia sudah out of date," lanjutnya.

Penjelasan BPIP

Diberitakan sebelumnya, poster terkait informasi lomba ini disampaikan BPIP melalui akun Twitternya, Rabu (11/8/2021). Lomba ini diadakan untuk memperingati Hari Santri Nasional.

Ada dua tema yang diusung dalam lomba penulisan artikel ini, yakni 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam'. Lomba ini berhadiah total Rp 50 juta.

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo (Romo Benny) pun meluruskan maksud lomba artikel hari Santri yang ramai diprotes itu. Dia mengatakan lomba ini memang dikhususkan untuk hari Santri sehingga temanya pun disesuaikan.

"Khusus untuk Hari Santri, BPIP memang membuat lomba-lomba yang dikhususkan untuk itu. Tapi BPIP juga akan membuat lomba-lomba untuk hari besar, seperti Natal, Waisak, atau hari besar Galungan, Konghucu," kata Romo Benny kepada wartawan, Jumat (13/8).

"Temanya kan memang khusus karena itu menyangkut santri kan. Kan nanti juga misalnya menurut Kristen gimana penghormatan bendera. Untuk agama Buddha, Konghucu, Hindu juga akan ada," lanjutnya.

Dia menegaskan tidak ada maksud membenturkan nilai agama dan nasionalisme sebagaimana narasi yang diviralkan. Menurutnya, tema itu dimaksudkan untuk memupuk rasa cinta pada Tanah Air.

"Nggak ada pembenturan itu. Nggak ada. Maksudnya ini memupuk cinta pada Tanah Air," ujarnya.

Lihat juga video 'Lomba Joget TikTok di Parepare Dibubarkan Paksa Petugas':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/jbr)