Megawati Cerita Pernah Di-bully, Sumbar Kini Jadi 'Kuburan' PDIP

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 13:29 WIB
Jakarta -

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai kehidupan di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini berbeda dengan yang dia kenal dulu. Megawati mengaku pernah di-bully. Mengapa?

Dalam acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-119 Mohammad Hatta (Bung Hatta) yang digelar virtual kemarin, Megawati menceritakan kehidupan di Sumbar dahulu. Dia melihat tokoh-tokoh Sumbar yang dulu lebih populer dari tokoh-tokoh Sumbar saat ini.

"Dulu saya tahu banyak sekali tokoh dari Sumbar. Kenapa menurut saya sekarang kok kayanya tidak sepopuler dulu kah atau emang tidak ada produknya?" kata Megawati, Kamis (12/8/2021).

Megawati mengaku pernah mendapatkan gelar khusus. Menurut Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu, Sumbar yang dia kenal memiliki naluri gotong-royong yang kental.

"Kok malah ke sini saya mulai berpikir, saya sering berdiskusi, karena di BPIP saya sebagai ketua dewan pengarah. Itu ada Buya Syafi'i. Saya suka bertanya kepada beliau, kenapa Sumbar yang dulu pernah saya kenal sepertinya sekarang sudah mulai berbeda," tutur Megawati.

"Satu waktu pernah saya, Mbak Puan di-bully. Saya sampai bingung kenapa saya di-bully ya, padahal dari yang saya mendapatkan sebuah pengertian itu kan ada Bundo Kandung. Jadi itu yang maksud saya... apakah itu sudah tidak berjalan lagi," imbuhnya.

Sebelum Megawati, putrinya Puan Maharani sudah lebih dulu menyoroti perihal kehidupan di Sumbar. Sorotan Puan terhadap Sumbar bahkan menuai polemik. Ketua DPP PDIP itu berharap Sumbar menjadi provinsi yang mendukung Pancasila.

Ada apa dengan Sumbar? Baca di halaman berikutnya.