Dikunjungi Blair, Pengamanan Darunnajah Mulai Ditingkatkan
Kamis, 30 Mar 2006 10:29 WIB
Jakarta -
Menjelang kedatangan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Ponpes Darunnajah, pengamanan mulai ditingkatkan. Aparat kepolisian dan Paspampres mulai menyiapkan metal detector dan untuk memasuki ponpes ini, penjagaan berlapis dilakukan.Dari pengamatan detikcom, pengamanan terhadap Blair ini, jauh berbeda dibanding pengamanan terhadap Menlu AS Condollezza Rice yang datang ke Jakarta beberapa waktu lalu. Pengamanan Blair tidak terlihat mencolok dan berlebihan.Puluhan aparat kepolisian dan Paspampres mulai berjaga di sekitar Darunnajah. Pengamanan untuk masuk ke ponpes ini terdiri dua lapis. Di gerbang utama, dijaga oleh puluhan aparat kepolisian yang memeriksa identitas dan barang bawaan pengunjung.Di gerbang kedua, sekitar 20-an pasukan Paspampres menyiapkan metal detector. Di gerbang kedua ini merupakan jalan menuju gedung Rektorat Darunnajah. Blair rencananya disambut di gedung Rektorat ini. Tampak bangku-bangku dan tenda-tenda yang dipasang untuk menyambut perdana menteri Inggris termuda ini. Kedatangan Blair, tidak membuat aktivitas para santri justru terhambat. Para santri tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa seperti melakukan olahraga basket, sepakbola, dan lari. Ada juga santri yang melakukan kegiatan mengaji di masjid.Menurut Pimpinan Ponpes Yayasan Darunnajah Sofwan Manaf, kunjungan Blair ke Darunnajah molor. Rencana semula dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB, namun diundur hingga pukul 11.30 WIB."Kita telah siap menyambutnya," katanya di Ponpes Darunnajah, Jl Ulujami Raya No 86, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (30/3/2006).Darunnajah berdiri di atas tanah seluas 5 hektar dan memiliki 1.532 santri. Pesantren ini berdiri pada 1 April 1974 oleh KH Abdul Manaf Mukhayar. Darunnajah kini dipimpin oleh KH Abdul Manaf. Pesantren ini awalnya hanya memiliki 3 orang santri. Kini Darunnajah memiliki 5 cabang. Darunnajah II di Cipining, Bogor dan Darunnajah III di Pabuaran, Serang, Banten. Darunnajah IV di Padarincang Serang, Banten dan Darunnajah V di Cikesik, Lebak, Banten.
(atq/)










































