PB HMI Muis Jelaskan Momen Sempat Hilangnya Pimpinan Mereka

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 17:08 WIB
Jakarta -

Pj Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Abdul Muis Amiruddin sempat dinyatakan hilang kontak menjelang aksi pada 6 Agustus lalu. HMI kubu Muis menyampaikan hilangnya pimpinannya itu karena ada upaya pihak-pihak yang ingin mengintervensi gerakannya.

"Mungkin saya akan sampaikan kenapa sempat hilangnya Pj Ketum Abdul Muis itu, dikarenakan ketidakinginan beliau, artinya hilangnya beliau tidak diinginkan beliau sendiri. Artinya pula ada pihak-pihak yang ingin menggagalkan atau ingin mengintervensi gerakan kami ini. Ada beberapa pihak yang sudah kita ketahui siapa oknumnya, namanya, latar belakangnya, sudah kami dapati dari hasil pengakuan Pj Ketum," kata Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda PB HMI kubu Muis, Rich Ilman Bimantika, dalam jumpa pers di kantor Sekretariat PB HMI Jl Sultan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/8/2021).

Hanya, Ilman tidak mau mengungkap lebih jauh siapa oknum yang ikut serta terkait dengan hilangnya Muis itu. Ia memilih merahasiakan siapa oknum yang ada 'di belakang' hilangnya Muis dengan alasan keamanan dan keselamatan Muis.

"Namun kami meminta dengan sangat untuk tidak juga memaksa kami siapa yang melakukan atau mencoba menghilangnya Pj Abdul Muis ini, karena mengingat kami juga PB HMI tetap harus menjaga keselamatan Pj Ketum," katanya.

Lebih lanjut Ilman mengatakan kondisi Muis setelah menghilang sehat secara fisik. Namun kondisi psikisnya perlu pemulihan.

"Karena memang Ketum hari ini fisik dalam keadaan sehat, tapi mental secara mental itu dibutuhkan waktu yang lumayan panjang," katanya.

"Jadi Ketum juga menyampaikan salam kepada rekan media, kepada seluruh masyarakat, bahwasanya perjuangan ini harus diselesaikan. Yang pasti pihak-pihak atau oknum-oknum yang menghilangkan ini tentunya berseberangan dengan gerakan PB HMI," tambahnya.

Seperti diketahui Muis hilang kontak sejak Jumat (6/8) dini hari. Muis kemudian ditemukan pada Minggu (8/8).

(mea/fjp)