Kemensos Siapkan Mekanisme Bantuan untuk Anak Yatim Korban COVID-19

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 16:49 WIB
Kemensos Siapkan Mekanisme Bantuan untuk Anak Yatim Korban COVID
Foto: Dok. Kemensos
Jakarta -

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan saat ini pihaknya tengah membuat konsep bantuan terhadap anak-anak yatim korban dari pandemi COVID-19. Ia menyebut prosedur dan anggarannya tengah dibahas bersama Kementerian Keuangan.

"Soal anak yatim itu sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Di Kemensos penanganan anak itu berada di bawah Ditjen Rehabilitasi Sosial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/8/2021).

Hal ini dia ungkapkan daalam kunjungan kerja di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma'mun, Pabuaran, Kota Serang, Banten. Ia mengatakan hingga saat ini tercatat ada kurang lebih 4 juta anak yatim. Data sementara itu menurutnya belum termasuk tambahan dari korban pandemi COVID-19. Untuk itu, Risma mengatakan data yang ada akan terus diperbarui dengan data dari pemerintah daerah (pemda).

"Jumlah riil dari anak yatim itu sudah kita mintakan kepada pemda, termasuk juga dari balai-balai, yayasan, pondok pesantren dan lain sebagainya," tuturnya.

Meski demikian, Risma menyebutkan jenis program, model, serta anggarannya belum bisa disampaikan saat ini karena harus dipelajari dan ada persetujuan anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Intinya semua masih dalam proses, karena tidak bisa disamakan penanganannya, misalnya bagi anak yatim tapi masih bayi, anak berusia SD, SMP maupun SMA. Tentu mekanisme dan besaran bantuan akan disampaikan nanti setelah ada keputusan dari pemerintah," jelasnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sosial yang telah menyapa warga Kota Serang dan Banten pada umumnya di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma'mun.

"Kami dari Komisi VIII DPR RI mendukung penuh program-program Kementerian Sosial yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti saat ini, tidak hanya kunjungan tetapi juga menyerahkan berbagai paket bantuan bagi masyarakat, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, karang taruna, serta anak-anak yatim," ungkap Yandri.

Sebagai informasi, pada kunjungan kali ini Risma yang didampingi Wali Kota dan Bupati Serang melakukan sejumlah agenda lain seperti penanaman pohon mangga di areal lokasi Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma'mun.

Tak hanya itu, Risma juga menyerahkan bantuan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi anak, penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia) dan tuna sosial dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. Bantuan layanan ATENSI ini diserahkan pada 44 penerima manfaat alat aksesibilitas berupa kursi roda, alat bantu dengar, tongkat pintar, tongkat kaki tiga, walker, serta Al-Quran Braille senilai Rp 120.237.700.

Ada juga Bantuan Kewirausahaan bagi 449 penerima manfaat, untuk program ternak ayam, keripik pisang, menjahit, budi daya domba, servis HP dan makanan siap saji, senilai Rp 1.204.397.800. Serta bantuan kebutuhan dasar bagi 167 penerima manfaat berupa makanan, pakaian dan vitamin senilai 258.065.750. Sehingga total bantuan dari Ditjen Rehabilitasi Sosial yang diserahkan pada kunjungan kali ini senilai Rp 1.582.701.250.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial (Ditjen Dayasos) juga ikut menyerahkan paket bantuan vitamin dan masker untuk 3 karang taruna di Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon masing-masing berjumlah 1.270 paket.

Ditjen Dayasos juga menyerahkan bantuan dana hibah untuk Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma'mun senilai Rp 187.047.000 dan Yayasan Semai Benih Ilmu senilai Rp 123.972.000.

Pada kesempatan ini, Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Ditjen Linjamsos) menyerahkan paket bantuan keserasian sosial untuk 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Ciomas dan Kecamatan Baros masing-masing senilai Rp 150 juta, lalu bantuan kearifan lokal untuk Padepokan Seni Pencak Silat Bendung Keser dan Majelis Taklim Riyadul Barokah masing-masing senilai Rp 50 juta.

Terakhir, Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Ditjen PFM) menyerahkan bantuan bagi 40 penerima manfaat dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) @ Rp 15 juta.

(akd/ega)