Pemprov Bali Naikkan Jumlah Tracing Usai Dievaluasi Luhut

Sui Suadnyanya - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 16:17 WIB
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: dok. YouTube Menko Marves)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kini menaikkan jumlah contact tracing terhadap pasien positif COVID-19 menjadi 10 orang setiap kasus. Peningkatan ini dilakukan sehari pasca-kunjungan Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan.

"Meningkatkan target jumlah pelaksanaan 3T (tracing, testing, dan treatment), khususnya tracing dan testing, terhadap warga yang mengalami kontak erat minimum 10 orang kontak erat untuk setiap kasus baru," kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (13/8/2021).

Koster juga mewajibkan semua anggota keluarga dalam satu rumah dan keluarga terdekat yang terkena COVID-19 mengikuti tracing dan testing. Mereka juga tidak diperkenankan melakukan aktivitas ke luar rumah.

"Warga positif COVID-19 yang baru akan langsung dijemput oleh dandim dan polres untuk dibawa ke tempat isolasi/karantina terpusat atau warga bisa berinisiatif ke tempat yang telah ditentukan oleh kabupaten/kota," pinta Koster.

Dalam upaya meningkatkan jumlah tracing tersebut, Koster meminta para bupati/wali kota menambah petugas tracing, testing, dan swab. Tim gabungan yang terdiri atas dandim, kapolres, dan tenaga kesehatan serta mahasiswa/relawan akan melaksanakan tracing dan testing bagi warga di tempat dengan swab PCR atau rapid test antigen.

Selain itu, Koster mewajibkan pasien COVID-19 tanpa gejala masuk ke tempat isolasi/karantina terpusat. Terlebih kini kasus aktif COVID-19 di Bali sudah mencapai 12.592 orang dan sebanyak 8.163 orang atau 85 persen menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Warga yang terkena kasus baru COVID-19 dengan kondisi tanpa gejala atau sehat (OTG) diwajibkan mengikuti isolasi/karantina terpusat, tidak dibolehkan isolasi mandiri di rumah, untuk menghindari penularan dalam keluarga," terang Koster.

Karena itu, Koster menginstruksikan agar warga yang telah mengikuti isolasi mandiri di rumah kurang dari 10 hari agar segera dibawa ke isolasi/karantina terpusat. Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, dandim, dan kapolres ditugaskan menjemput warga dibawa ke tempat isolasi/karantina terpusat.

Sedangkan yang sudah mengikuti isolasi mandiri di rumah selama 10 hari atau lebih diperbolehkan tetap di rumah namun diawasi oleh kepala desa/lurah dan bendesa adat se-Bali. Warga yang kontak erat juga diminta tidak mengikuti aktivitas di masyarakat meskipun hasil tes swab antigen/PCR negatif.

Sebelumnya, pada Kamis (12/8), Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan meninjau vaksinasi di DPRD Provinsi Bali hingga tempat isolasi terpusat (isoter) di Werdhapura Village Center, Sanur, Kota Denpasar, dan di Hotel Primesbiz Kuta, Kabupaten Badung. Kunjungan dilakukan bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Luhut, isoter, tracing, dan testing dilakukan untuk mengurangi penyebaran pandemi COVID-19 di Bali, yang hingga saat ini masih di angka ribuan. Ia juga berharap pasien yang sudah dinyatakan positif langsung diarahkan ke isoter.

"Ini jadi kunci mengurangi terjadinya klaster keluarga yang rentan tertular apabila isolasi mandiri," kata Luhut dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

Luhut meminta agar orang tanpa gejala dan bergejala ringan (OTG-GR) masuk isoter. Menurutnya, di tempat isoter pasien ditangani dan dilayani dengan baik, terlebih ada dokter, obat-obatan, dan oksigen yang cukup.

"Jadi semua disiapkan pemerintah, tempatnya juga bagus. Baru positif, jangan berkecil hati, ini bukan aib," pinta Luhut.

(nvl/nvl)