Megawati Cerita Pernah Di-bully, Sumbar Kini Jadi 'Kuburan' PDIP

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 13:29 WIB

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menganggap pernyataan Megawati menunjukkan ada perbedaan yang mencolok antara Sumbar dengan PDIP. Menurut Adi, pernyataan Megawati menegaskan ada perbedaan ideologis.

"Pernyataan Ketum PDIP dan sebelumnya Puan soal Sumbar menegaskan ada perbedaan ideologis antara PDIP sebagai partai penguasa saat ini dengan Sumbar," sebut Adi kepada wartawan.

Adi menyakini pandangan Megawati dan Puan terhadap Sumbar berdampak besar terhadap eksistensi PDIP di daerah suku Minang tersebut. Dampak itulah yang juga diyakini menjadi alasan Megawati menceritakan perubahan kehidupan di Sumbar.

"Sumbar terkesan dituding sebagai wilayah yang eksklusif, suasana batinnya dinilai selalu berbeda dengan pemerintah. Tak heran jika setiap politik elektoral jagoan PDIP di sana keok," ucap Adi.

"Sumbar ini jadi 'kuburannya' PDIP," sambung dia.

Faktanya pun demikian. Sejak Pemilu 1999 PDIP memang tidak berdaya di Sumbar. Meski menjadi partai pemenang Pemilu 1999, PDIP hanya mendapatkan 2 kursi DPR dari Sumbar. Pada Pemilu 2004 PDIP juga tidak meraup kursi DPR dari Sumbar.

Begitu juga pada Pemilu 2019. PDIP lagi-lagi tidak mendapatkan satu pun kursi DPR dari Sumbar. Bahkan, perolehan suara pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin terpaut jauh dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yakni hanya 407.761 suara.

Teranyar, pasangan cagub-cawagub usungan PDIP di Pilgub Sumbar 2020, Mulyadi-Ali Mukhni, juga keok. Jagoan PDIP itu kalah dari pasangan yang diusung PKS, Mahyeldi-Audy Joinaldy.


(zak/tor)