Round-Up

Kisah Isolasi Corona Sambil Pesiar Jadi Tren di Daerah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 23:11 WIB
Sejumlah pasien COVID-19 tanpa gejala (OTG) berjemur di atas KM Umsini, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/8/2021). Hingga saat ini sebanyak 84 pasien COVID-19 tanpa gejala melakukan isolasi apung di atas KM Umsini dan dua diantaranya dirujuk ke rumah sakit. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.
Pasien COVID-19 di Makassar isolasi di KM Umsini (ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)
Jakarta -

Mengisolasi pasien positif COVID-19 di kapal laut kini menjadi tren. Setelah dipelopori Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini sejumlah pemerintah daerah lain turut merencanakan program isolasi di kapal laut.

Bahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadikan Kapal Apung COVID-19 milik Pemkot Makassar sebagai percontohan untuk pemda lainnya di Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub R Agus H Purnomo juga meninjau langsung Kapal Apung COVID-19 Pemkot Makassar.

Kapal yang digunakan milik PT Pelni, KM Umsini. Setidaknya ada 116 warga Makassar yang menjalani isolasi mandiri di sana, dari orang dewasa, remaja, hingga balita.

Warga yang menjalani isolasi mandiri di kapal tersebut juga mengapresiasi sejumlah fasilitas yang diberikan. Salah seorang warga yang menjalani isolasi di sana, Tasya (21), menilai salah satu aspek yang bagus, yakni perihal pelayanan.

"Bagus, makanannya juga teratur, susu juga teratur, snack-snack-nya juga bagus. Bagus pelayanannya," kata Tasya saat berbincang dengan detikcom, Senin (9/8/2021).

Namun, kekurangan pun tak dapat ditutup-tutupi. Tasya sendiri mengeluhkan kebersihan di atas kapal yang mengganggu kenyamanannya.

"Lebih parah waktu pertama itu (lebih banyak kecoa) tapi mungkin ada pasien mengeluh dan sudah ditangani tetapi masih ada. Kecoa-kecoa kecil, begitu," ungkap Tasya.

Tasya juga mengeluhkan soal WiFi. Sebab, menurutnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto sempat berjanji akan membelikan kuota ke seluruh pasien yang isolasi di kapal. Namun, hingga saat diwawancarai, Tasya mengaku belum menerima mendapatkan kuota internet yang dijanjikan.

Kabar terakhir, sebanyak 61 warga Makassar yang menjalani isolasi di Kapal Apung COVID-19 Pemkot Makassar sudah diizinkan pulang. Untuk gelombang pertama, ada 18 warga yang diperbolehkan pulang. Kemudian, pada Selasa (10/7), 43 warga diizinkan pulang.

Pemkot Jayapura kemudian mengikuti jejak Pemkot Makassar. Pemda Jayapura menjadikan KM Tidar, bantuan dari Dirjen Hubla Kemenhub, sebagai tempat isolasi warganya yang positif COVID-19.

"Memang benar kami mendapat bantuan KM Tidar yang nantinya digunakan sebagai tempat perawatan warga yang positif COVID-19," kata Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kota Jayapura dr Nyoman Antari, seperti dilansir Antara, Kamis (12/8/2021).

Namun belum ada waktu kepastian program isolasi di kapal mulai berjalan. Sebab, penyerahan KM Tidar kepada Wali Kota Jayapura baru dilakukan secara virtual hari ini.

Pemkot Bitung di Sulawesi Utara dan Pemko Medan di Sumatera Utara juga ikut-ikutan. Baca di halaman berikutnya.