Kemenhub Jadikan Kapal Apung COVID Makassar Percontohan di RI

Ibnu Munsir - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 18:18 WIB
Kemenhub meninjau langsung pusat isolasi apung di Makassar, Sulsel. Kapal Apung COVID-19 ini dijadikan percontohan bagi daerah lain di Indonesia. (dok Istimewa)
Kemenhub meninjau langsung pusat isolasi apung di Makassar, Sulsel. Kapal Apung COVID-19 ini dijadikan percontohan bagi daerah lain di Indonesia. (dok Istimewa)
Makassar -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meninjau langsung pusat isolasi apung di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kapal Apung COVID-19 ini dijadikan percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

"Kami sudah diperintahkan tim Perhubungan Laut dan Pelni mulai di Minahasa, Bitung, Sorong, dan Belawan menyusul Jayapura dan Lampung," kata Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, Selasa (10/8/2021).

Agus memuji penanganan pasien COVID 19 di Kapal Motor Umsini yang dicetuskan Pemkot Makassar. Dia mengatakan penanganan COVID-19 hingga level treatment harus dilakukan 'berbondong-bondong'.

Ia menyebut sengaja datang ke Makassar untuk melihat sendiri fakta mengenai kapal isolasi apung, menemui Wali Kota Makassar Danny Pomanto untuk mengetahui kondisi kapal, kondisi pasien, hingga lingkungan pasien dirawat.

"Alhamdulillah saya bisa naik kapal melihat situasi kondisi kapal. Kapalnya cukup lumayan bersih, rapi, petugasnya juga memenuhi persyaratan," katanya.

"Saya dan wali kota berbincang-bincang dengan pasien di sana, selama dirawat selama 5-6 hari mereka senang tidak stres dan enjoy. Rasanya Pemkot menyediakan isolasi apung bermanfaat bagi masyarakat," imbuhnya.

Agus berharap masyarakat dapat menggunakan fasilitas isolasi apung mandiri yang disediakan Pemerintah Kota Makassar.

"Waktunya kepada masyarakat memanfaatkan itu semua kapasitas kapal masih ada, masih ada pasien di sana 50 orang dan baru 5 hari sudah turun 43 pasien," jelasnya

Sementara itu, Danny Pomanto mengapresiasi kunjungan Dirjen Hubla yang meninjau tempat isolasi mandiri terpadu Pemerintah Kota Makassar.

"Kami bersyukur perhatian pemerintah pusat dengan kehadiran Dirjen, membuktikan perhatian pemerintah pusat sangat concern terhadap apa yang difasilitasi yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," kata Danny.

Danny juga menjelaskan bahwa dirinya sangat bahagia karena apa yang telah disampaikannya tentang isolasi apung terbukti sangat terbukti dan bermanfaat.

"Seperti kemarin, persis lima hari, lichting (angkatan) pertama yang naik itu dites, dari 50 yang naik ternyata ada 43 yang sudah negatif setelah dilakukan dites PCR, berarti baru 5-6 hari mereka sudah negatif dan mereka bisa turun padahal standar kesehatan itu 10 hari," ungkapnya.

Danny berharap mereka yang sudah menyelesaikan isolasinya bisa mendonorkan plasma konvalesen dan bisa jadi motivator bagi yang lain.

(jbr/jbr)