6 Tersangka Begal Ambulans di Bengkulu Masuk DPO

Antara - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 22:17 WIB
Tersangka DS (21) pelaku begal ambulans ditangkap petugas Polres Rejang Lebong (dok Polres Rejang Lebong)
Tersangka DS (21) pelaku begal ambulans ditangkap petugas Polres Rejang Lebong. (dok Polres Rejang Lebong)
Rejang Lebong -

Pihak kepolisian masih memburu 6 tersangka lainnya terkait perampokan atau begal terhadap petugas ambulans COVID-19 di Rejang Lebong, Bengkulu. Polisi telah menerbitkan DPO bagi 6 dari 7 tersangka begal yang masih jadi buron tersebut.

"Enam orang tersangka yang masih buron ini secara resmi sudah kami masukan dalam DPO Polres Rejang Lebong, kami harapkan mereka ini segera menyerahkan diri," kata Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno melalui Kasat Reskrim AKP Rahmat Hadi Fitrianto, seperti dilansir Antara, Kamis (12/8/2021).

Rahmat mengatakan pihaknya baru mengamankan satu dari tujuh orang terduga pelaku perampokan terhadap dua petugas ambulans PSC 119 Rejang Lebong, yakni DS (21). Menurutnya, 6 pelaku lainnya masih dicari oleh pihak kepolisian.

Rahmat menjelaskan enam orang yang telah ditetapkan sebagai DPO kasus pencurian dengan kekerasan ini seluruhnya warga Rejang Lebong, yakni BY (20), warga Dusun Gardu, Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang; BM (35), warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Sindang Kelingi; dan EDS (33), warga Desa Kepala Curup; Kecamatan Binduriang.

Kemudian tiga orang lagi yang baru diumumkan setelah foto dan identitasnya didapatkan petugas ialah FM (18), warga Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang; RG, warga Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang; serta seorang lagi, R (17), warga Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang.

Rahmat menyebut polisi kesulitan mencari para pelaku lantaran keberadaannya yang selalu berpindah-pindah tempat dan bersembunyi dalam perkebunan yang berada di perbukitan. Karena itulah, selain menyebarkan foto identitas enam DPO itu, Rahmat menyebut pihaknya membuat sayembara kepada masyarakat yang bisa memberikan informasi keberadaan masing-masing tersangka akan diberikan reward atau hadiah uang sebesar Rp 5 juta.

"Kita memberikan hadiah bagi warga yang bisa memberikan informasi keberadaan pelaku dengan imbalan Rp 5 juta," kata AKP Rahmat saat dimintai konfirmasi, Sabtu (7/8).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.