Masjid Dibangun Rp 16 M tapi Bocor-Tak Fungsi, UTU Tunjuk Pemprov Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 18:53 WIB
Ketua Pansus Dapil X DPR Aceh Fuadri bersama anggota Teuku Raja Keumangan dan Edi Kamal mendengarkan penjelasan dari pejabat teknis terkait temuan bocornya Masjid Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)
Ketua Pansus Dapil X DPR Aceh Fuadri bersama anggota Teuku Raja Keumangan dan Edi Kamal mendengarkan penjelasan dari pejabat teknis terkait temuan bocornya Masjid Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)
Banda Aceh -

Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menemukan masjid di kompleks Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, belum berfungsi dan bocor. Pihak rektorat UTU menyebut pembangunan masjid tersebut tanggung jawab Pemerintah Aceh.

"Pihak UTU tidak mengelola dana terkait dengan pembangunan masjid tersebut karena dana bersumber dari dana APBA," kata Kepala Bagian Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat UTU, Ahmad Fauzi, saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (12/8/2021).

Dia menyebut UTU tidak dapat ikut campur dalam pembangunan tersebut, termasuk soal pengawasan dan pemenang tender. Menurutnya, UTU hanya sebagai penerima manfaat.

"Intinya, semua adalah tanggung jawab Pemerintah Aceh, yaitu pihak dinas terkait," sambungnya.

Pembangunan Masjid Diharap Segera Selesai

Pihak universitas berharap pembangunan masjid tersebut segera selesai.

"Cuma harapan dari pihak UTU pembangunan masjid tersebut cepat diselesaikan agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pihak kampus," jelas Ahmad.

Pansus DPRA Sidak ke Masjid UTU Meulaboh

Sebelumnya, pembangunan masjid di kompleks UTU Meulaboh diduga sarat masalah. Pansus DPRA menemukan kebocoran dan masjid tersebut belum berfungsi.

Pembangunan masjid yang berlokasi di kawasan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, itu telah menghabiskan anggaran Rp 16 miliar lebih.

"Kita melihat kondisi masjid UTU Meulaboh ini sangat memprihatinkan, karena sudah empat tahun anggaran dialokasikan pemerintah Aceh, sampai saat ini belum bisa difungsikan," kata Ketua Pansus Daerah Pemilihan X DPRA Aceh Fuadri seperti dilansir Antara, Kamis (12/8).

Ia mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh oleh DPRA, pembangunan masjid yang sudah dimulai pada 2017 itu telah menyerap anggaran sebesar Rp 16 miliar lebih yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Bahkan pada 2021 ini, kata Fuadri, pemerintah Aceh kembali mengucurkan anggaran Rp 6 miliar lebih guna melakukan penyelesaian di kompleks masjid setempat.

Seharusnya, kata Fuadri, dengan anggaran yang sudah dialokasikan lebih dari Rp 16 miliar, masjid UTU Meulaboh sudah bisa difungsikan untuk kegiatan ibadah dan keagamaan di lingkungan kampus.

Simak juga 'Bupati Bintan Apri Sujadi Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Cukai':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)