Red Notice Terbit, Belum Ada Negara yang Berhasil Deteksi Harun Masiku

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 18:16 WIB
DPO Harun Masiku.
DPO Harun Masiku (Situs resmi KPK)
Jakarta -

Red notice terhadap tersangka kasus dugaan korupsi Harun Masiku telah terbit di 194 negara yang menjadi anggota NCB Interpol. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun negara yang berhasil mendeteksi Harun Masiku.

"Sudah beberapa negara merespons permintaan kita dan menyatakan bahwa subjek (Harun Masiku) belum ditemukan dalam data perlintasan di negara mereka," ujar Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divisi Hubinter Polri Brigjen Amur Chandra Juli Buana kepada wartawan, Kamis (12/8/2021).

Amur menjelaskan seluruh negara fokus pada pergerakan Harun Masiku saat melintas di jalur resmi. Hanya, kata Amur, bisa saja Harun Masiku melintas di jalur tidak resmi sehingga tidak terdeteksi.

"Semua kemungkinan-kemungkinan tentu saja bisa terjadi. Tapi kita fokus pada jalur resmi (I-24/7 yang sudah tergelar di negara-negara anggota Interpol)," tuturnya.

Meski demikian, jika Harun Masiku terdeteksi di negara lain, Amur menyatakan negara itu bisa langsung melakukan penangkapan. Setelah itu, barulah Harun Masiku diserahkan ke Indonesia.

"Kalau terdeteksi dalam teritorial mereka, maka subject akan diamankan oleh mereka," terang Amur.

"Ada banyak cara yang dilakukan tergantung situasi kondisi dan kesepakatan antar-Interpol kedua negara. Intinya subject akan diserahkan ke negara penerbit red notice," imbuhnya.

Diketahui, Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait urusan PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal, Nazarudin Kiemas. Bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Namun Harun Masiku diduga berupaya menyuap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan agar dapat menjadi PAW Nazarudin. KPK turut menduga ada keinginan dari DPP PDIP mengajukan Harun Masiku.

Ada empat tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Selain Harun dan Wahyu, ada nama Agustiani Tio Fridelina, yang diketahui sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu dan berperan menjadi orang kepercayaan Wahyu; serta Saeful, yang hanya disebut KPK sebagai swasta.

Harun Masiku kemudian menghilang. Dia diumumkan masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 20 Januari 2020.

"Sudah DPO," kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jl Kuningan Persada, Senin (20/1).

Simak video 'Nama Harun Masiku Tak Masuk di Situs Interpol, Polri Beri Penjelasan':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)