Dianugerahi Bintang Jasa, Ishadi: Ini Penghargaan untuk Dunia Televisi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 10:28 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Komisaris Transmedia Ishadi SK. Ishadi mengatakan tanda kehormatan ini merupakan penghargaan bagi dunia media pertelevisian.

"Ini merupakan sebuah penghargaan buat dunia media pertelevisian. Penghargaan karena kita tiap tahun mendapat kesempatan untuk ikut serta di dalam kegiatan 17 Agustus secara khusus dengan Presiden. Misalnya 'Kick Andy' sudah pernah, Surya Paloh juga sudah pernah," kata Ishadi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/8/2021).

Ishadi menyebut penghargaan itu juga menandakan bahwa dunia pertelevisian sangat dibanggakan. Dia berharap media terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Jadi memang dunia pertelevisian ini sangat dibanggakan, sangat diharapkan, sangat diberi keleluasaan kepada kami untuk melakukan sesuatu dan ini adalah waktu untuk kita semua memanfaatkan media sebagai kepentingan bangsa dan negara," ujar Ishadi.

Selain itu, Ishadi berbicara mengenai tantangan dunia pertelevisian di era digital. Menurut Ishadi, masih banyak pengguna televisi yang belum menggunakan digital.

"Era digital sudah dekat, tapi sebenarnya kita sudah melakukan digital, hampir seluruh stasiun televisi sudah... bahwa penerima televisinya itu masih terbatas, ya. Lebih banyak yang tidak menggunakan digital. Jadi memang kita harus bekerja keras, dunia yang baru adalah dunia digital. Mereka akan kita dorong untuk menggunakan perangkat-perangkat digital. Ini sudah dalam proses, jadi kita semuanya yang sudah digital juga harus membantu yang masih analog," ujar Ishadi.

Komisaris Transmedia Ishadi SKKomisaris Transmedia Ishadi SK (Kanavino/detikcom)

Sebelumnya, acara penganugerahan tanda kehormatan oleh Presiden Jokowi dilakukan di Istana Negara. Selain Ishadi, ada nama-nama lain yang dianugerahi tanda kehormatan. Salah satunya almarhum Artidjo Alkostar. Artidjo Alkostar dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana.

Bintang Jasa Utama merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan untuk menghormati seseorang atas jasa dan perjuangannya. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berjasa besar terhadap negara dan bangsa dalam suatu bidang, peristiwa, atau hal tertentu.

Penganugerahan ini didasarkan pada Keppres No 76, 77, 78/TK Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa.

Profil Ishadi SK

Ishadi SK merupakan seorang wartawan senior dan pakar televisi di Indonesia. Pria yang memiliki nama panjang Ishadi Soetopo Kartosapoetro itu lulus dan memperoleh gelar Master of Science dari Ohio University, Amerika Serikat. Sebelumnya, Ishadi lulus pada 1967 dari Universitas Indonesia melalui jurusan Fakultas Pengetahuan Sosial dan Politik. Pada 2002, ia memperoleh gelar doktor dari Universitas Indonesia.

Ishadi memulai kariernya di TVRI sebagai reporter berita pada 1967. Dia kemudian diangkat menjadi Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Berita sejak 1969, setelah kembali mengikuti Workshop on Educational TV di Manila, Filipina.

Jabatan Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Berita dipangkunya hingga 1974. Ishadi juga pernah mengikuti pendidikan mengenai program Siaran Televisi dan Praktik Kerja di WDR-TV Köln, Jerman Barat.

Ishadi pernah menjadi anggota pengurus Pewarta (Persatuan Wartawan Radio dan TV) periode 1973-1975, periode kepengurusan terakhir sebelum Pewarta dilebur ke dalam PWI yang diambil keputusan sebagai satu-satunya wadah profesi wartawan Indonesia.

Sejak 1978, Ishadi duduk dalam kepengurusan PWI Cabang Jakarta yang selanjutnya dilepaskannya karena akan mengikuti pendidikan di Amerika Serikat pada 1980. Ketika mengikuti pendidikan ini, ia juga dipilih dijadikan Ketua Permias (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) yang dijabatnya hingga 1982.

Selain di PWI, Ishadi menjadi anggota Institute of International Communication. Sejak 1982 ia mulai aktif kembali di Subdirektorat Pemberitaan TVRI. Setelah dijadikan Kepala Stasiun TVRI Yogyakarta, dan berproduksi berbagai program inovatif, Ishadi menjabat Kepala TVRI Stasiun Pusat.

Dia juga pernah bergabung di Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Penerangan pada 1992-1996. Kemudian, Ishadi bekerja di PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia sebagai direktur operasional pada 1996-2001.

Ishadi kemudian memulai kariernya di Trans TV pada 2001. Kehadiran Ishadi sebagai Direktur Utama Trans TV membawa nama Trans TV terus membaik. Tak heran, setiap tahun, Trans TV menghasilkan program acara yang inovatif dan juga redaksi pemberitaan yang sangat baik. Pada 2008, Ishadi diangkat sebagai Komisaris Trans TV dan juga Komisaris Trans7. Ishadi kini menjabat sebagai Komisaris Transmedia.

(knv/tor)