Jokowi Anugerahkan Bintang Jasa Utama untuk Komisaris Transmedia Ishadi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 09:48 WIB
Jakarta -

Komisaris Transmedia Ishadi SK dianugerahi Tanda Kehormatan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ishadi SK dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama.

Bintang Jasa Utama merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan untuk menghormati seseorang atas jasa dan perjuangannya. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berjasa besar terhadap negara dan bangsa dalam suatu bidang, peristiwa, atau hal tertentu.

Acara penganugerahan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pukul 09.00 WIB, Kamis (12/8/2021). Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut hadir dalam penganugerahan Tanda Kehormatan itu.

Penganugerahan ini didasarkan pada Keppres No 76, 77, 78/TK/Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra, Bintang Budaya Parama Dharma dan Bintang Jasa.

Profil Ishadi SK

Ishadi SK merupakan seorang wartawan senior dan pakar televisi di Indonesia. Pria yang memiliki nama panjang Ishadi Soetopo Kartosapoetro itu lulus dan memperoleh gelar Master of Science dari Ohio Universtiy, Amerika Serikat. Sebelumnya, Ishadi lulus pada tahun 1967 dari Universitas Indonesia melalui jurusan Fakultas Pengetahuan Sosial dan Politik. Pada tahun 2002, ia memperoleh gelar doktor dari Universitas Indonesia.

Dilansir dari berbagai sumber, Ishadi memulai kariernya di TVRI sebagai reporter berita pada tahun 1967. Dia kemudian diangkat menjadi Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Berita TVRI sejak 1969, setelah mengikuti Workshop on Educational TV di Manila, Filipina.

Ishadi SKIshadi SK (Foto: Istimewa)

Jabatan Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Berita TVRI dipangkunya hingga 1974. Ishadi juga pernah mengikuti pendidikan mengenai program Siaran Televisi dan Praktik Kerja di WDR-TV Köln, Jerman Barat.

Ishadi pernah menjadi anggota pengurus Persatuan Wartawan Radio dan TV (PEWARTA) periode 1973-1975, periode kepengurusan terakhir sebelum Pewarta dilebur ke dalam PWI yang diambil keputusan sebagai satu-satunya wadah profesi wartawan Indonesia.

Sejak 1978, Ishadi duduk dalam kepengurusan PWI Cabang Jakarta yang kemudian dilepasnya lantaran akan mengikuti pendidikan di Amerika Serikat pada tahun 1980. Ketika mengikuti pendidikan ini, ia juga dipilih menjadi Ketua Permias (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) yang dijabatnya hingga 1982.

Selain PWI, Ishadi juga menjadi anggota Institute of International Communication. Sejak 1982 ia mulai aktif kembali di Subdirektorat Pemberitaan TVRI. Setelah dijadikan Kepala stasiun TVRI Yogyakarta, dan berproduksi berbagai program inovatif, Ishadi kemudian menjabat Kepala TVRI Stasiun Pusat, 1987-1992. Nama Ishadi makin mengemuka saat memimpin TVRI Pusat di Jakarta.

Dia menelurkan banyak acara yang diminati pemirsa, seperti sejumlah acara musik, tayangan sinetron dari para sutradara jempolan seperti Irwinsyah, Dedi Setiadi, dan Arswendo Atmowiloto. Sinetron yang mendapat banyak apresiasi misalnya Siti Nurbaya, Sayekti dan Hanafi, Sengsara Membawa Nikmat. Di era Ishadi pula TVRI berani menampilkan grup lawak Bagito yang dikenal kritis.

Tak semua suka dengan inovasi dan popularitas Ishadi. Dia kemudian seolah dipromosi menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Penerangan, 1992-1996. Ishadi akhirnya ditarik oleh putri sulung Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, menjadi Direktur Operasional PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia, 1996-2001.

Ishadi kemudian memulai karirnya di Trans TV pada tahun 2001. Kehadiran Ishadi sebagai Direktur Utama Trans TV membawa nama Trans TV terus membaik. Tak heran, setiap tahun, Trans TV menghasilkan program acara yang inovatif dan juga redaksi pemberitaan yang sangat baik. Pada tahun 2008, Ishadi diangkat sebagai Komisaris Trans TV dan juga Komisaris Trans7. Ishadi kini menjabat sebagai Komisaris Transmedia.

Selain Ishadi, ada nama-nama lain yang juga dianugerahi Tanda Kehormatan. Salah satunya merupakan almarhum Artidjo Alkostar. Artidjo Alkostar dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana.

Berikut daftar penerima Tanda Kehormatan:

Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana

1. Almarhum Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M., Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI Periode 2009 -2018;
2. Almarhum I Gede Ardika, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Periode 2000-2004.

Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama

3. Antonius Sujata, S.H., M.H., Ketua Komisi Ombudsman Nasional Indonesia Periode Tahun 2000-2011.

Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Nararya

4. Drs. H. Maradaman Harahap, S.H., M.H., Anggota Komisi Yudisial RI Periode 2015-2020/Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial; Wakil Ketua Komisi Yudisial Paruh Kedua Periode Juni 2018-2020;
5. Dr. (H.C.) Dipl.-Ing Jacobus Busono, Pendiri, Pemilik dan Chairman Pura Group.

Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma

6. Almarhum RT Kusumokesowo, Seniman dan Pemelihara Warisan Budaya Jawa.

Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama

7. Almarhum Drs. H. Rusdi Sufi, Akademisi dan Pemelihara Warisan Sejarah dan Budaya Aceh;
8. Prof. Dr. Dr.h.c. mult. Goldammer, Johann Georg, Andreas, Direktur Global Fire Monitoring Center (GFMC), Max Planck Institute for Chemistry, Freiburg University; and Professor for Fire Ecology and Fire Management at Freiburg University, Germany;
9. Dr. Ishadi Sutopo Kartosaputro, M.Sc., Komisaris Transmedia.
10. Eurico Guterres, S.E., M.M., Ketua Umum Uni Timor Aswa'in (UNTAS) dan Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT).

Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama

Dua perwakilan penerima dari para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani Covid-19 mewakili 256 penerima lainnya, yaitu;

11. Almarhum Dr. dr. Adnan Ibrahim, Sp.PD;
12. Almarhumah Ngadiah, S.K.M.

Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya

Satu perwakilan penerima dari para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani Covid-19 mewakili 66 penerima lainnya, yaitu:

13. Almarhum Soehendro, S.K.M., M.Kes.

(mae/fjp)