Ishadi SK Bicara 3 Alasan Pentingnya Digitalisasi Penyiaran Televisi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 15:50 WIB
ishadi sk
Ilustrasi Ishadi SK (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Mantan Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Ishadi Soetopo Kartosapoetro (Ishadi SK) mengungkapkan pentingnya migrasi penyiaran dari analog ke digital. Dia menyebut sistem penyiaran digital dapat memberikan siaran yang berkualitas kepada publik serta meningkatkan ekonomi digital.

"Jadi urgensi digitalisasi penyiaran, pertama kepentingan publik untuk mendapatkan layanan penyiaran yang berkualitas. Kedua efisien dalam penggunaan frekuensi, karena satu kanal frekuensi yang tadinya hanya untuk satu saluran, bisa menjadi 12 saluran," kata Ishadi dalam webinar bertajuk 'Kepastian Transformasi Digital di Indonesia' yang disiarkan melalui akun YouTube PMII Cabang Ciputat, Kamis (23/7/2020).

Ishadi mengatakan digitalisasi penyiaran juga mampu mendukung ekonomi digital serta dapat menghemat penggunaan frekuensi atau digital dividen.

"Ketiga, penataan frekuensi untuk mendukung ekonomi digital dan industri 4.0. Keempat adalah digital dividen. Kenapa? Perubahan dari analog ke digital itu ada ruang frekuensi yang sangat besar atau cukup besar yang bisa dimanfaatkan oleh industri penyiaran dan telekomunikasi secara keseluruhan," katanya.

Ishadi mengatakan, pada sistem penyiaran analog, total frekuensi yang digunakan sebanyak 328 MHz. Sementara pada sistem penyiaran digital hanya membutuhkan 176 MHz, sehingga sisanya bisa digunakan untuk kepentingan internet dan ekonomi digital.

"Dengan efisiensi seperti ini ada pembagian yang sangat efisiensi kita cukup menggunakan 175 MHz untuk televisi secara keseluruhan, kita bisa menggunakan 112 MHz untuk frekuensi 5G antara lain dan lebih penting lagi apabila dimanfaatkan secara baik, pemerintah bisa dilakukan untuk kepentingan digital untuk pendapatan nasional bukan pajak itu bisa antara Rp 40 triliun-70 triliun," tutur Ishadi.

"Survei kita menunjukkan paling sedikit kita bisa mendapatkan kalau sangat efisien 70 T. Ini jumlah yang sangat besar yang bisa digunakan pemerintah untuk kepentingan lain," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2