8 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M 7,1 di Filipina-Talaud Sulut

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 08:16 WIB
Kepulauan Talaud -

Gempa M 7,1 mengguncang Davao, Filipina, hingga Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. BMKG mencatat ada delapan gempa susulan yang terjadi pascagempa M 7,1 itu.

"Hingga pukul 06.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap gempa Davao, Filipina, M 7,1, tercatat delapan kali gempa susulan (aftershock)," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui akun Twitter-nya, Kamis (12/8/2021).

Gempa susulan itu tercatat berkekuatan M 4,1 hingga M 5,3. "Gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo minimum gempa susulan M 4,1 dan magnitudo maksimum gempa susulan M 5,3," lanjutnya.

Gempa M 7,1 yang mengguncang Davao, Filipina, hingga Talaud, Sulut, pada pukul 00.46 WIB itu berpusat di laut pada jarak 63 kilometer timur Pondaguitan, Filipina, atau pada jarak 270 kilometer utara Melonguane, Kepulauan Talaud, Indonesia. Episenter gempa terletak pada koordinat 6,45 derajat Lintang Utara dan 126,73 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 44 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Davao, Filipina, pagi dini hari tadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina yang menunjam ke bawah Filipina di zona megathrust," kata Daryono.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa Davao, Filipina, M7,1 pagi dini hari tadi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan ciri khas mekanisme sumber gempa di zona tumbukan lempeng di zona megathrust," imbuh dia.

Berdasarkan hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Daryono menjelaskan, hal ini lantaran kedalamannya yang relatif dalam untuk dapat memicu terjadinya gangguan kolom air laut dan memicu tsunami.

Namun, menurutnya, gempa berpotensi menyebabkan kerusakan di wilayah Davao. Sebab, guncangan gempa dirasakan sangat kuat di wilayah Davao, Filipina, mencapai skala intensitas V-VI MMI yang berpotensi merusak.

Guncangan gempa juga dan dirasakan kuat di wilayah Indonesia, khususnya di Kepulauan Talaud, dalam skala intensitas III-IV MMI. Guncangan dirasakan oleh orang banyak. Gempa juga dirasakan di Sangihe dan Bitung dalam intensitas II-III MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa Filipina M7,1 tersebut. Jika memang tidak ada dampak kerusakan adalah wajar, karena jarak pusat gempa ke daratan wilayah daratan Filipina cukup jauh, sekitar 80 kilometer," papar Daryono.

(mae/tor)