Keluarga Pendeta Korban Pembunuhan Lega Pelaku Dibekuk
Rabu, 29 Mar 2006 14:55 WIB
Jakarta -
Suasana duka masih merundung keluarga besar pendeta Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Cengkareng, yang jadi korban pembunuhan. Meski tak menduga, mereka lega pelakunya sudah ditangkap.Pendeta Senny Lianita (bukan Sanny) (60) dan kakak kandungnya, Lussy Muliani Zacharia (73), ditemukan tewas dengan luka mengenaskan pada Selasa 27 Maret lalu.Mereka dibunuh Hermanto (26), mantan ketua pemuda gereja yang sakit hati karena dilarang Senny berpacaran dengan Lisa, jemaat GPdI juga, dan menggunakan motor inventaris gereja."Saya lega sekali," ungkap Jovita (62), kakak Senny, kepada detikcom di sela-sela menerima kunjungan jemaat GPdI yang datang dan pergi di gereja yang berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (29/3/2006).Meski lega, Jovita yang masih tampak syok, mengaku tidak menyangka Hermanto-lah yang membunuh kedua saudara kandungnya.Apalagi selama ini Hermanto dikenal berkelakuan baik dan salah satu jemaat yang aktif. Sebelum dipecat Senny dari jabatan ketua pemuda gereja seminggu yang lalu, Hermanto tidak pernah alpa membantu persiapan dan proses peribadatan di gereja. "Dia cukup rajin, perilakunya baik tapi saya tidak terlalu kenal dengannya," kata Jovita.Di GPdI, kebaktian dilakukan 3 kali seminggu. Kamis pukul 18.00 WIB untuk bapak-bapak dan ibu-ibu, Sabtu pukul 18.30 WIB untuk pemuda-pemudi, dan Minggu pukul 10.00 WIB untuk umum. "Dia aktif di Sabtu atau Minggu," tutur Jovita.Namun Jovita mengaku tidak tahu alasan pencopotan Hermanto. Sebab setelah dicopot, Hermanto masih aktif ke gereja. "Tapi saya melihat wajahnya kurang bergairah. Saya benar-benar tidak menyangka kejadian itu bakal menimpa saudari saya. Alasan pemecatannya pun saya hanya dengar-dengar dari jemaat lain," ungkapnya.Serahkan ke AparatSementara kakak sulung Senny, Ali Slamet (76) mengatakan, akan menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib. "Saya tidak ikut campur, hukuman terserah pada pengadilan," katanya.Ali lalu menuturkan, selama ini tidak terlalu sering bertemu dengan ketiga saudaranya yang tinggal bersebelahan dengan gereja. Dia hanya bertemu minimal sebulan sekali.Ali mengaku pertama kali tahu kejadian itu dari Jovita. Begitu mendengar peristiwa miris itu, ia langsung meluncur ke lokasi kejadian. "Seluruh keluarga besar sudah diberitahu, dan akan hadir besok dalam pemakaman," katanya.Jenazah Senny dan Lussy rencananya akan dimakamkan di TPU Tegal alur, Jakarta Barat pukul 09.00 WIB, Kamis 30 Maret.Saat ini suasana di GPdI, pasca-pembunuhan Pendeta Senny, tampak lengang. Sebuah tenda biru dipasang di halaman gereja yang cukup luas.Ada sekitar 7 karangan bunga berjejer. Sebagian besar berasal dari jemaaat GPdI. Di dalam gereja tampak jasad Pendeta Senny, dan Lussy diletakkan di dua peti kayu dan ditutupi kain tipis. Ada foto kedua korban di atas peti tersebut.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































