Round-Up

Heboh Baju 'Louis Vuitton' DPRD Tangerang yang Ongkos Jahitnya Rp 600 Juta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 08:04 WIB
Logo Louis Vuitton LV
Ilustrasi logo Louis Vuitton (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang bikin heboh. Sebab, baju dinas itu disebut akan memakai bahan mewah dengan merek seperti Louis Vuitton dan Thomas Crown.

Tidak main-main, anggaran pengadaan baju dinas itu juga bernilai fantastis, yakni mencapai Rp 675 juta. Sementara ongkos jahitnya menawarkan biaya Rp 667,6 juta.

Adanya pengadaan itu diketahui dari situs https://lpse.tangerangkota.go.id/. DPRD Kota Tangerang telah melelang baju dinas Dewan dengan pemenang tender CV Adhi Prima Sentosa. Pemenang tender tersebut menawarkan biaya bahan baju mencapai Rp 667,5 juta.

Baju dinas berbahan merek mewah itu dikonfirmasi langsung oleh Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP). Adapun bahan-bahan pakaian yang akan digunakan ialah Louis Vuitton untuk pakaian dinas harian, Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi, Theodore untuk pakaian sipil harian, dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap.

Simak beberapa fakta terkait baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang yang disebut berbahan 'Loius Vuitton' hingga akhirnya dibatalkan:

Ketua DPRD Tegaskan Tidak Pernah Tunjuk Merek

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo pun angkat suara terkait ramainya pengadaan baju dinas bermerek tersebut. Dia menyebut pihak DPRD Kota Tangerang sebetulnya tidak pernah menunjuk atau menyebut merek saat pengadaan baju dinas tersebut.

"Jadi langsung saya jawab, pertama kita tidak pernah unjuk merek, kita tidak pernah nyebut merek, proses merek itu lahir saya nggak tahu pasti, tapi analisis saya itu bisa saja saat proses lelang," kata Gatot saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).

Gatot pun mengaku bingung lantaran pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang ini baru ramai setelah pemenang tender sudah diumumkan. Dia juga mengaku heran lantaran semua DPRD kabupaten/kota hingga provinsi seluruh Indonesia juga melakukan pengadaan ini.

"Kita DPRD nggak pernah nyebut merek, itu yang perlu kita luruskan dari awal, kedua bingung kita, kadang saya bingung kok ramainya pada saat ada pemenang, bukan pada saat proses, karena bicara pengadaan baju barang setahun sekali, seluruh DPRD kabupaten/kota se-Indonesia juga mengadakan, termasuk DPRD provinsi, dan untuk asas keadilan tolong dicek juga dong," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Komplotan Pengganjal ATM di Tangerang-Jaksel Sudah Bobol Ratusan Juta':

[Gambas:Video 20detik]