Bom Lontong Milik Teroris MIT Poso yang Tewas Punya Daya Ledak Tinggi

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 16:56 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Satgas Madago Raya menemukan beberapa barang bukti, salah satunya bom lontong, dari terduga teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso berinisial B alias AA alias A yang ditembak mati. Polisi menguji kekuatan bahan peledak yang ditemukan dalam kandungan bom lontong milik terduga B alias AA alias A itu hari ini.

Pengujian kekuatan bahan peledak dilakukan di Mako Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) di Landangan, Poso. Setelah diurai oleh Gegana dan diperiksa Puslabfor Mabes Polri, ditemukan ada beberapa unsur bahan peledak dan beberapa materi di dalam bom lontong tersebut.

"Unsur bahan peledak dan material di dalam bom lontong diduga milik B alias AA alias A berupa detonator, serbuk warna cokelat yang diduga bahan peledak, 29 biji paku panjang 4 cm kondisi berkarat, 60 butir gotri, serta lakban," ujar Wakasatgas Humas Madago Raya AKBP Bronto Budiyono kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

Bronto mengatakan uji coba untuk mengetahui daya ledak terhadap kandungan serbuk cokelat yang diduga sebagai bahan peledak juga dilakukan. Hasilnya, kata Bronto, bom lontong itu berdaya ledak tinggi (high explosive).

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik SupranotoKabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto (Foto: dok. Polda Sulteng)

"Hasilnya serbuk yang ditemukan dalam bom lontong milik terduga teroris yang dilumpuhkan hari Sabtu tanggal 17 Juli 2021 adalah bahan peledak dengan jenis high explosive atau berdaya ledak tinggi. Di mana dalam radius 30 meter, apabila paku atau gotri tersebut mengenai orang, bisa mematikan, dan radius 50 meter dapat melukai orang," tuturnya.

"Uji coba bahan peledak perlu dilakukan Satgas Madago Raya. Selain untuk mengetahui daya ledak, juga untuk melengkapi langkah-langkah penyelidikan atau penyidikan dalam rangka penegakan hukum tindak pidana terorisme," imbuh Bronto.

Sebelumnya, Satgas Madago Raya kembali terlibat kontak tembak dengan kelompok teroris MIT Poso di Kelurahan Tanah Lanto, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulteng. Kontak tembak terjadi sekitar pukul 11.30 Wita, Sabtu (17/7).

"Jadi tadi sekitar jam 11.30, Satgas Madago Raya kontak tembak lagi di Desa Tanah Lanto, Parimo," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto kepada detikcom, Sabtu (17/7).

Didik menyebut satu teroris MIT Poso tertembak dan tewas. "Terduga teroris DPO Poso meninggal dunia," ucap Didik.

Didik menyampaikan Satgas Madago Raya juga menyita satu pucuk senjata api jenis revolver, dua buah bom lontong, dan sebilah golok dari teroris tersebut. Selain mengevakuasi jasad teroris tersebut, tim Satgas Madago Raya mengejar teroris MIT Poso lainnya yang melarikan diri pasca-kontak tembak.

"Barang buktinya ada satu pucuk revolver, dua bom lontong, satu bilah senjata tajam jenis golok dan baju loreng. Ini masih mengejar kawan-kawannya juga," jelas Didik.

Tonton juga Video: Pemerintah Kutuk Keras MIT atas Tindakan Kekerasan di Poso

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)