Ganjil-Genap Pengganti Penyekatan PPKM Jakarta Tak Berlaku untuk Motor

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 19:19 WIB
Jakarta -

Penyekatan PPKM di DKI Jakarta ditiadakan dan diganti dengan ganjil-genap. Namun kebijakan ganjil-genap itu tidak berlaku untuk kendaraan roda 2.

"Ini berlaku untuk roda empat ke atas, jadi untuk roda dua tidak berlaku," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Sambodo menyebut ganjil-genap akan mulai berlaku pada Rabu (11/8) besok. Masa percobaan kebijakan ini akan diterapkan hingga 16 Agustus 2021.

"Mulai besok penyekatan di 100 titik akan kita hentikan dan kita ganti dengan 3 cara bertindak yang baru, terkait dengan pengendalian mobilitas," ucap Sambodo.

Cara pertama adalah memberlakukan kembali ganjil-genap di 8 titik pukul 06.00-20.00 WIB. Aturan ganjil-genap kembali berlaku sesuai SK Kadishub 320 Tahun 2021 10 Agustus 2021.

Berikut ini titiknya:

- Jalan Sudirman
- Jalan MH Thanrin
- Jalan Merdeka Barat
- Nalan Majapahit
- Jalan Gajah Mada
- Jalan Hayam Wuruk
- Jalan Pintu Besar Selatan
- Jalan Gatot Subroto

Cara kedua adalah dengan pengendalian mobilitas kawasan dengan sistem patroli selama 24 jam. Ada 20 titik yang akan dikendalikan dengan sistem patroli ini.

- Sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin
- Sepanjang Jalan Sabang
- Sepanjang Jalan Bulungan
- Sepanjang Jalan Asia Afrika-Tanjakan Ladogi
- Banjir Kanal Timur
- Kawasan Kota Tua
- Kawasan Kelapa Gading
- Jalan Kemang Raya
- Masjid Al Akbar Kemayoran
- Sunter
- Jatinegara
- Jalan Pintu 1 TMII
- PIK
- Pasar Tanah Abang
- Pasar Senen
- Jalan Raya Bogor
- Jalan Maujen Sutoyo (Cawang PGC)
- Otista-Dewi Sartika
- Warung Buncit-Mampang Prapatan
- Ciledug Raya

Ketiga adalah pengendalian mobilitas dengan sistem rekayasa lalu lintas. Pengendalian ini akan bersifat situasional.

"Pengendalian mobilitas dengan sistem rekayasa lalu lintas dilaksanakan apabila terjadi kepadatan lalu lintas atau kerumunan masyarakat yang berpotensi menimbulkan pelanggaran protokol kesehatan," pungkas Sambodo.

(fas/mea)