BOR Isolasi RS Rujukan COVID DKI Turun Lagi Jadi 37%, ICU 64%

Tiara Aliya - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 18:19 WIB
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19 kembali menurun. Saat ini, keterisian tempat tidur isolasi sebesar 37 persen dan keterisian ruang ICU 64 persen.

"BOR turun lagi menjadi 37 persen, dan ICU turun lagi menjadi 64 persen. Kami terus meningkatkan pelayanan fasilitas RS, laboratorium, oksigen, TPU, peti mati semuanya, obat-obatan bahkan nakes terus kita tambah," kata Riza di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021).

Di sisi lain, Riza juga melaporkan saat ini perkembangan vaksinasi di Ibu Kota sudah mencapai 95 persen dari target dosis pertama 8,8 juta. Sedangkan untuk dosis kedua masih berkisar di angka 3,5 juta.

"Alhamdulillah sampai hari ini DKI Jakarta vaksinnya sudah baik sekali angkanya. Sudah mencapai 8.507.685 dosis satu, dosis dua sudah mencapai 3.532.646," jelasnya.

Politikus Gerindra itu juga menyampaikan saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan uji coba pembukaan mal di masa perpanjangan PPKM Level 4. Kendati demikian, dia tetap meminta warga meminimalkan bepergian ke luar rumah agar tidak terpapar virus Corona.

"Masyarakat tetap berada di rumah karena rumah adalah tempat terbaik, laksanakan protokol kesehatan secara baik, disiplin. Laksanakan kerjakan PPKM level 4 secara disiplin dan bertanggung jawab," ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (9/8) lalu, keterisian tempat tidur isolasi masih di angka 39 persen dan keterisian ruang ICU 65 persen.

"Kemudian lagi kita bersyukur bahwa BOR di Jakarta turun terus sudah mencapai 39 persen RS, kemudian ICU 65 persen. Ini pertanda baik, untuk itu jangan kendor, harus waspada jangan abai laksanakan protokol kesehatan secara ketat," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (9/8).

Riza mengaku bersyukur karena warga Jakarta kini telah menerima 8,4 juta vaksin dosis pertama. Pemprov DKI, kata Riza, kembali menambah target capaian vaksinasi menjadi 11 juta warga.

"Terakhir kita bersyukur Jakarta sudah hampir 8,4 juta dosis pertama yang diberikan kepada warga sekalipun 41 persen itu warga non-Jakarta. Dari target 8,8 juta, kami menambah target menjadi 11 juta agar bisa memastikan seluruh warga Jakarta mendapatkan vaksin," ungkapnya.

(knv/knv)