Wakapolri Minta Mahasiswa Riau Edukasi Warga Tangkal Hoax Corona-Vaksin

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 14:47 WIB
Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono, meminta 10 ribu mahasiswa di kampus itu ikut memberi edukasi kepada masyarakat soal COVID-19 dan vaksin.
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono meminta 10 ribu mahasiswa di kampus itu ikut memberi edukasi kepada masyarakat soal COVID-19 dan vaksin. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Universitas Lancang Kuning, Riau. Gatot meminta 10 ribu mahasiswa di kampus itu ikut memberi edukasi kepada masyarakat.

Ajakan edukasi masyarakat disampaikan Gatot karena penanganan COVID-19 tak dapat dilakukan sendiri. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang tidak percaya adanya COVID-19 dan vaksin yang tengah dilaksanakan pemerintah.

"Untuk memutus mata rantai COVID tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, maka perlu kolaborasi dan apresiasi adik mahasiswa. Di sini banyak adik-adik mahasiswa, kami minta ikut dan mengedukasi masyarakat," kata Gatot Eddy di sela kunjungan, Selasa (10/8/2021).

Gatot menilai masih banyak masyarakat yang tak percaya COVID-19 dan vaksinasi. Hal ini akibat banyak berita hoax diterima masyarakat hingga akhirnya lalai menerapkan protokol kesehatan.

"Pertama untuk vaksin karena banyak yang tidak mau divaksin karena tidak percaya, isu hoax. Ada bilang Corona itu konspirasi, tidak mau pakai masker, padahal kalau kita disiplin, Corona akan jauh dari kita. Jangan juga euforia setelah divaksin," ucapnya.

Selain itu, mahasiswa dan insan akademisi diminta menjadi edukator bagi masyarakat. Terutama soal penerapan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono, meminta 10 ribu mahasiswa di kampus itu ikut memberi edukasi kepada masyarakat soal COVID-19 dan vaksin.Komjen Gatot menilai masih banyak masyarakat yang tak percaya COVID-19 dan vaksinasi. (Raja Adil/detikcom)

"Sampaikan 5M, tentu ini juga peran dari Universitas Lancang Kuning dan adik-adik mahasiswa dilibatkan sebagai edukator. Kalau 10 ribu mahasiswa menyampaikan itu semua, terutama orang tua kan bisa. Presma (presiden mahasiswa) sampaikan ke masyarakat untuk vaksinasi. Makin cepat kita tangani ini makin cepat kita bisa pulihkan ekonomi masyarakat Riau," katanya.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan Pemprov Riau mendistribusikan 1.500 dosis sebagai bentuk percepatan vaksinasi bagi masyarakat. Syamsuar juga sudah meminta kepada pusat untuk mendapat kuota vaksin mengejar target herd immunity.

"Riau berkontribusi memberikan 1.500 kuota vaksin COVID-19 di Unilak tentunya dalam rangka mendukung program percepatan vaksinasi bagi masyarakat. Sebelumnya Riau juga terus meminta kepada pusat agar Riau terus mendapatkan kuota vaksin yang lebih untuk mengejar target 30ribu vaksinasi per hari bagi masyarakat Provinsi Riau," kata Syamsuar.

Rektor Universitas Lancang Kuning, Junaidi, mengatakan siap untuk melibatkan seluruh mahasiswa untuk menyampaikan edukasi di masyarakat. Hal ini setelah Universitas dengan almamater Kuning itu mendapat 2.000 dosis vaksin dari Polri dan Pemprov Riau.

"Kami mendapatkan kuota 500 vaksin dari Polri untuk mahasiswa dan Pak Gubernur Riau memberi 1.500. Yang menarik, adik-adik mahasiswa kita beri kuota internet setelah divaksin," kata Junaidi.

Penyuntikan vaksin sendiri, dilakukan di Kampus Universitas Lancang Kuning Rumbai selama 3 hari. Vaksin dilakukan secara bertahap tiap hari untuk mencegah terjadi kerumunan.

"Kita berharap terbangun herd immunity sehingga lebih aman menghadapi COVID-19 ini. Bagi peserta vaksinasi yang khusus mahasiswa Universitas Lancang Kuning juga memberikan kuota internet, setiap mahasiswa mendapatkan 5 GB, ini juga dalam rangka mendukung pembelajaran selama pandemi. Semoga ini dapat digunakan mahasiswa untuk mendukung perkuliahan," katanya.

(ras/jbr)