Airlangga Harap Gelar Buah Nusantara Bisa Dongkrak Perekonomian

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 15:39 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: dok. Golkar
Jakarta -

Pemerintah menyelenggarakan kampanye Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-6 tahun 20201. Acara tersebut digelar 9-31 Agustus 2021. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Gelar Buah Nusantara merupakan salah satu upaya dalam rangka mendorong peningkatan daya saing serta konsumsi buah nusantara. Hal ini juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Gelar Buah Nusantara ke-6 tahun 2021 ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan buah nusantara untuk berjaya di dalam negeri dan berdaya saing di luar negeri dengan harga yang kompetitif," ujar Airlangga dalam keterangannya, Senin (9/8/2021).

Dia berharap selain menjadi ajang promosi dan sosialisasi secara luas di seluruh Indonesia dengan melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, GBN ini diharapkannya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan mengonsumsi buah nusantara.

"Dengan demikian ikut mendorong perekonomian daerah dan perekonomian nasional," jelasnya.

Lebih lanjut, Airlangga menuturkan hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi untuk didorong dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional dan bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor.

Pada tahun 2020, ekspor hortikultura sebesar US$ 645,48 juta, yaitu meningkat sebesar 37,75% dibanding tahun 2019. Peningkatan ekspor ini didominasi oleh komoditas buah-buahan di mana selama masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020, nilai realisasi ekspor buah-buahan tercatat sebesar US$ 389,9 juta, meningkat 30,31% dibanding tahun 2019 dengan lima negara tujuan utama yaitu China, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Dari sisi produksi buah, dari tahun 2000 hingga 2020, rata-rata pertumbuhan produksi buah Indonesia per tahun meningkat rata-rata 6,06%. Namun ironisnya peningkatan produksi ini tidak diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah.

Adapun rata-rata konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah-buahan tahun 2020 sebesar 88,56 gram/kapita/hari, turun sebesar 1,4% dibanding 2019. Angka konsumsi hanya sebesar 59,04% dari batas minimal angka kecukupan gizi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan konsumsi buah sebesar 150 gram/kapita/hari.

Sementara itu, dalam pembukaan Gelar Buah Nusantara ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi dengan lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur. Sebab, Indonesia memiliki banyak ragam bauh dan sayur yang mudah dijangkau.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan mencintai aneka buah nusantara yang melimpah dengan kandungan gizi yang tidak kalah dibandingkan buah impor," ujar Jokowi.

"Dengan mengonsumsi buah nusantara, kita tidak hanya menambah asupan gizi di masa pandemi, tetapi juga membantu petani-petani buah di negara kita agar semakin semangat, produktif dan sejahtera," imbuhnya.

Jokowi menambahkan dengan menggunakan cara-cara kekinian dengan memanfaatkan teknologi, edukasi untuk mengonsumsi buah buahan nusantara harus dilakukan secara berkelanjutan dan termasuk dalam muatan sistem pendidikan di sekolah-sekolah serta edukasi keluarga agar dapat menjangkau anak-anak dan generasi muda bisa mencintai buah.

Diketahui, pada gelaran GBN ke-6 tahun ini akan dilakukan beberapa kegiatan yang terdiri dari pengiriman lebih dari 5.000 paket buah ke tenaga kesehatan di empat rumah sakit, kepada peserta vaksinasi di dua lokasi, webinar series, display buah di Istana Negara dan bazar di lokasi strategis (kantor pemerintahan, bandara, stasiun, rest area), promosi buah nusantara di berbagai marketplace, serta edukasi/kampanye gerakan konsumsi buah melalui berbagai media sosial. Turut hadir dalam pembukaan acara GBN ke-6 adalah para Menteri Kabinet Indonesia Maju dan para Gubernur, Bupati dan Walikota.

(prf/ega)