Moeldoko Somasi ICW Gegara Ivermectin, Jokowi Diminta Bertindak

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 06:34 WIB
Haris Azhar
Haris Azhar (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Direktur Eksekutif Kantor Hukum dan HAM Lokataru Haris Azhar memberi komentar terkait Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, yang melayangkan surat somasi ke Indonesia Corruption Watch (ICW) perihal temuan tentang promosi obat Ivermectin. Dia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak.

Haris mengatakan bahwa temuan ICW soal dugaan keterlibatan Moeldoko dalam promosi Ivermectin merupakan peran kontrol masyarakat terhadap pejabat pemerintah. Menurutnya, tak elok jika Moeldoko akhirnya memperkarakan ICW gara-gara kajian ICW tersebut.

"(ICW) Tidak perlu disomasi. Akan lebih elok jika temuan ICW ditindaklanjuti secara baik, bisa oleh atasan Moeldoko, yaitu presiden," kata Haris kepada wartawan, Sabtu (7/8/2021).

Menurut Haris, Jokowi bisa meminta Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memeriksa Moeldoko. Hal itu perlu dilakukan guna membuktikan temuan ICW itu benar atau tidak.

"Bisa presiden meminta Ombudsman untuk memeriksa. Temuan-temuan ICW masuk ke dalam ranah proses memeriksa relasi antara Moeldoko dengan si perusahaan, bukan malah ICW-nya yang diperiksa," ucap Haris.

Moeldoko Somasi ICW

Pihak Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengirimkan surat somasi kedua kepada ICW dengan waktu 3x24 jam. ICW diminta membuktikan tuduhan dan meminta maaf atau mencabut pernyataan tentang temuan terkait promosi Ivermectin serta bisnis ekspor beras. Jika tidak, Moeldoko akan melaporkan ICW ke polisi.

"Kita berikan waktu yang cukup kepada 3x24 jam. Baik sekali Pak Moeldoko ini, dia bilang bahwa supaya ada waktu yang cukuplah. Jangan nanti dibilang kita ini sewenang-wenang, kalau 1x24 jam nggak cukup, ya kita kasih 3x24 jam. Karena bagi kita yang penting itu dia bisa membuktikan atau tidak. Jangan sembarang menuduh," ujar pengacara Moeldoko, Otto Hasibuan, Kamis (5/8).

"Kalau kemarin kami beri 1x24 jam, mungkin itu tidak cukup walaupun sebenarnya mereka sudah menyelidiki satu bulan, Pak Moeldoko bilang kasih lagi kesempatan dia, kasih kesempatan untuk bisa membuktikan apakah Pak Moeldoko yang benar atau ICW yang benar," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:



Simak Video "ICW Terbuka Selesaikan Masalah dengan Moeldoko Secara Musyawarah"
[Gambas:Video 20detik]