PDIP DKI Kritik Keras 'Proyek Bakar-bakar Sampah': Kenapa Harus di Taman?

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 06:11 WIB
Proses revitalisasi Taman Tebet terus dilakukan. Taman itu diketahui direvitalisasi menjadi Eco Garden. Sudah sejauh mana progres revitalisasinya?
Proses revitalisasi Taman Tebet ( Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

PDIP DKI mengkritik keras kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam rencana pembangunan Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara (FPSA) di Taman Tebet Jakarta Selatan (Jaksel). PDIP menduga bahwa kebijakan itu tanpa melalui kajian komprehensif.

"Pemprov harus membuat kajian yang bagus, jangan sampai kajiannya itu belum apa-apa direvisi lagi. Jangan lah buat kebijakan yang patut saya duga itu adalah kebijakan dadakan, tanpa kajian komprehensif," kata anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Jhonny Simanjuntak, kepada wartawan, Sabtu (7/8/2021).

Dia menyebut bahwa taman berfungsi sebagai tempat masyarakat bersosialisasi, mencari udara segar, tempat berolahraga, serta tempat anak-anak mengasah psikomotoriknya. Oleh karena itu, dia mempertanyakan mengapa fasilitas pengelolaan sampah dibangun di taman.

"Kenapa harus di taman? Apa kita nggak punya lagi (tempat) yang lain? Ini nanti kan lebih banyak mudarotnya kepada masyarakat," ucapnya.

"Jakarta yang sudah begitu sempit sekarang, Jakarta yang bisa dikatakan ada pemukiman yang padat, mereka tidak bisa mencari suasana yang lebih tenang, nyaman, sehat, tempat bercengkerama, tiba-tiba kita tutupin lagi dengan urusan sampah," tambahnya.

Dia meminta agar Pemprov DKI membuat kajian yang bagus dalam membuat program. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga diminta agar lebih bijaksana.

"Saya harap pak gubernur lebih bijaksana, cari lah tempat-tempat yang lain, jangan di taman lah. Saya pikir itu lebih visible di luar taman," ujarnya.

Hal senada diungkap anggota DPRD DKI Fraksi PDIP lain, Gilbert Simanjuntak. Dia menilai masih banyak tempat di Jakarta yang bisa dipakai untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah selain di taman.

"Saya kira kita masih banyak lahan yang bisa digunakan untuk tempat yang lebih layak buat membangun pengolahan sampah, di luar jalur hijau yang sudah ditetapkan untuk masyarakat. Karena itu pasti akan mengganggu," katanya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya:



Simak Video "Pemprov DKI Ubah Pola Tata Kota Jadi Transit Oriented Development"
[Gambas:Video 20detik]