ADVERTISEMENT

Bocah WNI di Malaysia Jadi Yatim-Piatu Usai Ortunya Meninggal karena Corona

Antara - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 19:11 WIB
Bocah asal Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, Mohd Fadlul Wafi (10) menjadi yatim-piatu karena kedua orang tuanya meninggal dunia akibat COVID-19.
Mohd Fadlul Wafi (10) bersama pengurus PCIM Malaysia, Supardi. (ANTARA Foto/Ho-Mien)
Jakarta -

Seorang bocah asal Indonesia yang tinggal di Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, Mohd Fadlul Wafi, menjadi yatim-piatu karena kedua orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar COVID-19. Orang tua bocah 10 tahun itu meninggal dunia bulan lalu.

"Wafi adalah anak dari pasangan suami-istri Isngaini dan Ruliatin. Pak Isngaini meninggal 19 Juli 2021 karena COVID-19. Kemudian disusul istrinya pada 24 Juli," ujar tetangga Wafi, Sholikhan, ketika dihubungi di Kuala Lumpur, Jumat (6/8/2021) seperti dilansir Antara.

Isngaini merupakan warga negara Indonesia (WNI) asal Ponorogo, Jawa Timur, yang memiliki kartu tanda penduduk tetap Malaysia atau IC merah. Sedangkan istrinya, Ruliatin, berasal dari Lamongan, Jawa Timur, pemegang paspor mengikuti suaminya.

"Bapaknya meninggal saat isolasi mandiri di rumah, sedangkan istrinya meninggal di rumah sakit karena tertular suaminya. Wafi sendiri negatif dan isolasi di rumah," ungkap Sholikhan.

Wafi saat ini kelas IV di Sekolah Kebangsaan (SK) Kampung Baru. Dia bisa masuk ke sekolah Malaysia karena ayahnya pemegang IC merah.

Ayah Wafi sehari-hari bekerja sebagai tukang besi. Sedangkan ibunya bekerja sebagai petugas kebersihan di tempat sekolah anaknya.

Saat ini Wafi tinggal bersama saudara ibunya, Khakim. Wafi tidak hanya ditinggalkan kedua orang tuanya, tapi juga oleh dua saudara ibunya di Kuala Lumpur.

"Dalam dua minggu, dia kehilangan empat orang yang disayangi. Pertama, ayahnya; disusul ibunya; terus dua orang saudara dari ibunya. Meninggal di Hospital Selayang dan Hospital Kuala Lumpur," sebut tetangga depan rumahnya, Nazikin.

Sejumlah donasi telah diberikan kepada Wafi, di antaranya dari DPLN SBMI Malaysia, APMI Malaysia, KBRI Kuala Lumpur, dan warga setempat. Wafi juga ditawari masuk Rumah Aman Children Home oleh Ustaz Ahmad Fathoni dari PCIM Malaysia.

"Saya menawarkan untuk memasukkan ke dalam rumah kebajikan (panti asuhan) yang pernah saya asuh," kata Ahmad.

(zak/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT