Tim Aksi Jalan Kaki Toba-Jakarta Bertemu Jokowi, Adukan Perusakan Lingkungan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 16:22 WIB
Togu Simorangkir
Togu Simorangkir (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Perwakilan tim 11 Aksi Jalan Kaki (AJAK) yang mendesak penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana. Keluhan terkait pencemaran lingkungan disampaikan ke Jokowi.

Perwakilan tim 11 AJAK yang bertemu dengan Jokowi di Istana adalah Togu Simorangkir. Mereka melakukan perjalanan ke Istana selama puluhan hari dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, di Soposurung, Balige, sejak 14 Juni 2021.

"Jadi pada hari ini setelah kita jalan kaki 44 hari dan sampai di Jakarta dan menunggu selama 9 hari untuk bisa bertemu dengan Bapak Presiden, hari ini kami bertemu dengan Bapak Presiden. Tetapi memang karena pandemi jadi saya sendiri yang bisa masuk ke Istana, dan kita ingin menyampaikan aspirasi, kegelisahan kita, kesedihan kita, kemarahan kita, kemuakan kita atas aktivitas perusahaan perusak lingkungan di Danau Toba," kata Togu kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (6/8/2021).

Togu menjelaskan pihaknya menyampaikan keluhan terkait perusakan lingkungan kepada Jokowi. Menurut Togu, Jokowi juga sempat terkejut mendengarkan aduan tersebut.

"Saya katakan bahwa kita pemerintah sudah membuat Danau Toba sebagai KSPN sudah seharusnya tidak ada aktivitas-aktivitas yang merusak lingkungan di dalamnya. Jadi bapak presiden juga tadi sempat terkejut bahwa ada aktivitas perusak lingkungan yang dipikir beliau itu milik rakyat ternyata itu milik perusahaan jadi, khususnya di perairan Danau Toba ya keramba jaring apung, jadi bapak presiden sangat terkejut tadi mendengar itu," ujar Togu.

Togu menyebut Jokowi masih mempelajari terkait aduan yang disampaikannya. Dokumen kajian dari tim 11 itu pun sudah diserahkan.

"Pada prinsipnya memang kalau untuk menutup TPL itu katanya agak sulit karena memang ada hal-hal yang perlu dipelajari, dan tapi yang pasti beliau sudah membaca walaupun ada banyak hal juga tadi yang beliau tidak tahu. Jadi intinya dokumen setebal 69 halaman itu sudah beliau terima," ujar Togu.

Selain itu, kata Togu, Jokowi memerintahkan penanaman kembali hutan. Jokowi disebut bakal berkunjung ke Danau Toba akhir tahun ini.

"Tadi bapak presiden juga mengatakan bahwa sekitar 25 ribu hektare tanah yang berurusan dengan masyarakat ada akan diselesaikan bulan ini, 5 SK sudah selesai tadi saya sudah melihat SK nya dan 10 lagi akan dituntaskan pada bulan ini," ujar Togu.

"Jadi masyarakat adat akan mendapatkan tanahnya kembali dan juga beliau meminta kita tadi untuk melakukan aksi penanaman kembali hutan dan tadi kita berdiskusi dan bapak Presiden akan datang November atau Desember bersama rakyat, masyarakat adat, untuk menanam kembali hutan-hutan yang rusak," beber Togu.

(knv/fjp)