Polisi Panggil Ortu ABG yang Viral Memalak di Penyekatan PPKM Kemayoran

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 14:39 WIB
Ilustrasi pungli
Ilustrasi (Basith Subastian/detikcom)
Jakarta -

Remaja berusia 13 tahun diamankan polisi karena diduga memalak di penyekatan PPKM Jl Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Orang tua remaja itu dipanggil polisi.

"Kita rencana panggil orang tuanya. Hari ini, ortu, Pak RT, Pak RW, kita panggil," ujar Kapolsek Kemayoran Kompol Ewo Samono saat dihubungi, Jumat (6/8/2021).

Ewo mengatakan remaja yang diduga melakukan pemalakan itu belum dipulangkan dari kantor polisi. Dia menyebut kepolisian masih melakukan pembinaan.

"Belum (dipulangkan). Masih kita berikan pembinaan," ucapnya.

Sementara itu, Ewo belum memutuskan apakah remaja tersebut diproses hukum atau tidak. Menurutnya, polisi masih harus melihat berbagai aspek yang ada.

"Ya kalau masalah proses hukum nanti kita lihat dulu latar belakang keluarga seperti apa, unsur-unsurnya masuk apa nggak," imbuh Ewo.

Sebelumnya, polisi menangkap satu orang remaja untuk merespons kejadian pungli yang viral. Uang senilai Rp 25 ribu disita.

Video Viral

Sebelumnya, video tentang bocah-bocah menjaga penyekatan PPKM melakukan pemalakan viral. Bocah-bocah itu disebutkan meminta uang kepada pengendara yang hendak melewati penyekatan.

Video itu awalnya diunggah oleh pria inisial DS. Dari postingan tersebut, DS mendapatkan banyak komentar bahwa anak-anak tersebut melakukan pemalakan.

"Ketika saya share di TikTok saya, kan trending itu, viral, dan memang di TikTok itu banyak yang komentar orang-orang Kemayoran-nya sendiri, kalau lewat mesti bayar Rp 2.000, gitu katanya," jelas DS.

DS menyebut bocah-bocah tersebut kerap berjaga di lokasi mulai pukul 15.00 hingga 02.00 WIB. Semakin larut, bocah-bocah yang berjaga didominasi oleh remaja tanggung.

"Dibukain, tapi sama mereka di... itu yang saya bilang tadi. Saya nggak tahu kenapa ada yang bisa lewat, ada yang nggak bisa lewat. Dan menurut sumber dari TikTok saya, dari orang-orang Kemayoran, kan itu banyak, ribuan komentar yang masuk, ngomong harus bayar Rp 2.000 dulu baru dibukain," ungkapnya.

(mea/mea)