Round-Up

Bisa-bisanya Bocah Jaga Penyekatan PPKM hingga Palak Warga

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 07:24 WIB
Jakarta -

Penyekatan PPKM di Jl Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dimanfaatkan sekelompok remaja tanggung. Mereka 'menjaga' penyekatan PPKM untuk kemudian melakukan pungutan liat (pungli).

Hal ini terungkap setelah seorang kreator digital yang merekam aksi para remaja 'menjaga' penyekatan PPKM pada malam hari. Kreator digital yang meminta namanya diinisialkan DS ini merekam video saat para remaja 'menjaga' penyekatan di dekat Jiung, Kemayoran, Jakpus, pada Rabu (4/8) malam.

Rekaman video itu memuat aksi para remaja duduk-duduk di atas barier oranye di titik penyekatan kawasan Kemayoran. DS, yang tinggal di sekitar Kemayoran, melihat sejumlah remaja yang berdiam di penyekatan untuk buka-tutup jalan.

"Saya pun lewat kan, ngerekam. Cuma ya lewat aja dan ngasih tahu kalau ini penyekatan. Jadi bocah yang jaga sekarang. Dan begitu banyak yang diperbolehkan lewat sama bocah-bocah," kata DS saat dihubungi detikcom, Kamis (5/8/2021).

Warga Dimintai Uang

Awalnya unggahan tersebut dia share melalui akun TikTok pribadinya dan viral. Kemudian, dari postingan tersebut ternyata banyak warga Kemayoran yang juga menceritakan pengalamannya dimintai uang oleh para bocah itu ketika hendak melintas.

"Ketika saya share di TikTok saya, kan trending itu, viral, dan memang di TikTok itu banyak yang komentar orang-orang Kemayoran-nya sendiri, kalau lewat mesti bayar Rp 2.000, gitu katanya," jelas DS.

DS menyebut bocah-bocah tersebut kerap berjaga di lokasi mulai pukul 15.00 hingga 02.00 WIB. Semakin larut, bocah-bocah yang berjaga didominasi oleh remaja tanggung.

"Dibukain, tapi sama mereka di... itu yang saya bilang tadi. Saya nggak tahu kenapa ada yang bisa lewat, ada yang nggak bisa lewat. Dan menurut sumber dari TikTok saya, dari orang-orang Kemayoran, kan itu banyak, ribuan komentar yang masuk, ngomong harus bayar Rp 2.000 dulu baru dibukain," ungkapnya.

Penjagaan oleh bocah-bocah tersebut baru ada sejak PPKM level 4 ini dimulai. Ia menduga ini disebabkan tidak ada petugas yang berjaga di titik penyekatan tersebut.

Halaman selanjutnya, polisi bergerak dan mengamankan seorang remaja di lokasi tersebut