Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mardani Satpol Gowa karena Kurang Bukti CCTV

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 10:40 WIB
Eks Sekretaris Satpol PP Gowa Mardani Hamdan (pakai peci) pemukul pasutri tiba di Polres Gowa.
Eks Sekretaris Satpol PP Gowa Mardani Hamdan (memakai peci) pemukul pasutri tiba di Polres Gowa. (Hermawan/detikcom)
Gowa -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengembalikan berkas perkara pemukulan pasangan suami-istri (pasutri) oleh oknum Satpol PP Mardani Hamdan. Berkas perkara dikembalikan ke polisi setelah dinyatakan tidak lengkap (P18) atau kurang bukti rekaman CCTV.

"JPU mengeluarkan P18, menyampaikan kepada penyidik bahwa berkas masih ada yang perlu ditambah, terutama alat buktinya," ujar Kajari Gowa Yeni Andriani dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).

Yeni tak mengungkap lebih lanjut apa kekurangan alat bukti yang dimaksud. Namun dia meminta penyidik segera melakukan perbaikan (P19) agar bisa dinyatakan lengkap (P21) dan dilimpahkan ke pengadilan.

"Jika penyidik telah melengkapi petunjuk P19, berkas dikembalikan ke JPU untuk diteliti kembali. Jika telah lengkap, segera dinyatakan P21 dan pasti akan diproses hingga ke Pengadilan Negeri," kata Yeni.

Penyidik Polres Gowa Sebut Berkas Kurang Bukti Rekaman CCTV

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman mengungkapkan selama ini pihaknya menjadikan keterangan saksi dan bukti petunjuk CCTV sebagai alat bukti penganiayaan Mardani. Namun jaksa menilai alat bukti petunjuk CCTV harus dilengkapi dengan analisis Laboratorium Forensik (Labfor).

"(Bukti yang kurang) hanya pemeriksaan video CCTV dari Labfor," ujar Boby dalam wawancara terpisah.

Dia pun menganggap secara keseluruhan tak ada kendala berarti terkait dikembalikannya berkas perkara ke penyidik. Dia menyebut pihaknya kini tengah memperbaiki berkas perkara sebagaimana petunjuk jaksa.

"Penyidik sekarang melengkapi lagi," pungkas Boby.

Diberitakan sebelumnya, mantan Sekretaris Satpol PP Gowa Mardani Hamdan ditetapkan menjadi tersangka kasus pemukulan pasutri bernama Ivan (24) dan Amriana (34) saat razia PPKM mikro di Kelurahan Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa, Rabu (14/7) malam.

Penganiayaan tersebut juga sempat terekam kamera pengawas atau CCTV hingga siaran live streaming korban. Akibat penganiayaan itu, Mardani dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

(hmw/nvl)