Perang Baliho Politikus di Era Digital, Masih Efektifkah?

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 07:54 WIB
baliho
Foto: dok. detikcom

Dia menyebut efektivitas baliho bergantung pada pesan yang berada pada baliho. Selain itu, target baliho hingga cara mengemas sampai penempatan baliho juga akan mempengaruhi efektivitas baliho.

"Efektivitas baliho dalam hal mempengaruhi pemilih ditentukan oleh apa pesan yang ingin disampaikan, apakah pesan menarik bagi publik? Jadi isu di publik apa nggak? Apa jadi concern publik atau nggak? Jadi kebutuhan publik atau nggak? Itu narasinya, pesannya. Kedua, siapa segmennnya yang ingin disasar, apa anak muda? Petani? Nelayan? Buruh? Pedagang? Ketiga, gimana mengemasnya? Packaging juga penting, desain mungkin, penempatan mungkin," sebutnya.

Namun Arya menyebut kampanye dengan menggunakan media sosial juga tetap penting dilakukan. Selain berbiaya murah, menurutnya, kampanye di media sosial mampu menjangkau masyarakat hingga ke seluruh Indonesia.

"Dalam kompetisi yang ketat, misal kandidat A dan kandidat B ketat nih, itu social media, internet jadi penting. Dan kampanye digital itu berbiaya murah juga dibandingkan baliho. Kalau baliho, orang harus biaya cetak, biaya pasangnya, biaya jaganya supaya nggak diturunin orang. Kalau internet, orang anytime, kapan pun di mana pun dia mau beriklan atau berkampanye di medsos gratis gitu dan coverage-nya juga lebih luas se-Indonesia, makanya kampanye di masa depan kalau koneksi sudah meningkat, kampanye masa depan itu ya kampanye digital," ungkapnya.


(maa/tor)